Awe tebar Bibit padi secara simbolis untuk sawah sungai besar

Awe tebar bibit padiINFOLINGGA.net – Sebanyak 7 Hektar lahan sawah yang telah di garap dan siap tanam di Desa Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara, mulai di tanami bibit padi, Kamis.

Penanaman perdana tersebut langsung dipimpin Bupati Lingga Alias Wello dan Ketua DPRD Kabupaten Lingga Kamarudin Ali SH.

Adi Pawennari, Pimpinan Proyek persawahan desa Sungai Besar mengatakan, dalam masa 110 hari kedepan, Sawah Desa Sungai Besar sudah mulai panen perdana. Dalam 1 Hektar, akan menghasilkan 3 Ton beras.

“110 hari kedepan kita sudah mulai panen. Diprediksi hasilnya 3 ton beras per hektar,” kata dia, usai penanaman secara simbolik oleh Bupati Lingga, menggunakan sistem tanam modern dengan Blower, yang untuk pertama kalinya diterapkan di Kepri.

Adi menjelaskan, sawah Sungai Besar ditanamin dengan 10 varietas bibit. Sementara, pada penanaman perdana di 7 Hektar lahan sawah kali ini, menggunakan 5 varietas.

“Ada 10 varietas nantinya. Sementara kita tanam 5 varietas dulu, termasuk ITB3S yang di resmikan pak Jokowi baru-baru ini. Nanti kedepannya juga akan kita tanami dengan bibit beras pulut putih,” tuturnya.

Untuk sementara ini, kata Adi, kendala yang dihadapi adalah keterbatasan pupuk subsidi. Untuk memenuhinya, kita terpaksa menggunakan pupuk industri, meskipun harganya jauh lebih mahal.

“Sementara ini kendala yang kita hadapi, pupuk. Saat ini kita tidak gunakan pupuk subsidi. Kita pakai pupuk industri, tapi jauh lebih mahal,” ungkap Adi.

Dia berharap, kedepan Bupati bisa membantu mencarikan solusi pupuk subsidi bagi masyarakat Desa Sungai Besar. Karena, jika tanpa subsidi pupuk, masyarakat akan sangat kesulitan.

Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello yang juga berkesempatan meresmikan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) “Sawah Terbilang”, milik masyarakat Desa Sungai Besar usai penanaman perdana, mengungkapkan rasa optimisnya akan keberhasilan proyek ketahanan pangan di Lingga tersebut.

Dijelaskan Alias Wello, tanam padi perdana tersebut lebih cepat dari rencana penanaman pada awal 1 April mendatang.

“Ini luar biasa, lebih cepat dari yang kita agendakan. Saya yakin, apa yang saya ucapkan saat sertijab kemarin, 6 bulan kedepan kita akan panen beras, itu akan tercapai. Bahkan lebih cepat dari yang saya pikirkan,” kata dia.

Dia juga optimis, usahanya menyentuh lahan tidur desa Sungai Besar yang dulunya dibiarkan terlantar, bahkan kerap banjir saat musim hujan dan terbakar saat musim panas, akan mencapai titik keberhasilan menjadi lumbung padi Kabupaten Lingga, terlebih lagi Kepri.

Serta, Desa Sungai Besar kedepannya akan menjadi desa percontohan desa mandiri bagi desa-desa lainnya.

“Mulai saat ini, semua tidak boleh tidur, santai-santai di rumah. Semua harus berlumpur, kita kerja. Saya optimis kita akan berhasil. Hari ini desa yang dulunya miskin sudah menjadi perhatian semua orang. Desa ini akan jadi contoh desa mandiri kedepan,” tuturnya.

Terkait kendala pupuk, dia juga mengatakan, pemerintah Kabupaten Lingga dengan dukungan legislatif, akan memperhatikan kebutuhan tersebut, dan akan mengusahakannya kedepan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *