Gagal Panen, Padi Bukit Langkap di Arit Untuk Pakan Ternak

Mbah Rajimin saat ditemui dilokasi tanam padi Desa Bukit Langkap (foto : ihand / infolingga.net)
Mbah Rajimin saat ditemui dilokasi tanam padi Desa Bukit Langkap (foto : ihand / infolingga.net)

IL-Pada bulan september lalu menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ikut menyemai padi di Desa Bukit Langkap, Kec. Lingga Utara Kab. Lingga, 1 dari 2 hektar (Ha) padi yang sudah disemai disana di prediksi gagal panen. Berbagai hal yang di jadikan penyebab gagal panen tersebut seperti tingkat keasaman tanah yang terlalu tinggi, kurangnya asupan pupuk akibat keterlambatan suplay dan serangan hama yang menyebabkan padi tersebut menjadi rusak.

Kepala Desa Bukit Langkap Sudarmin saat di konfirmasi mengungkapkan kebenaran akan gagalnya panen padi di desa tersebut, ” Pada tahap awal perencanaannya 1 Ha lahan yang terdiri dari empat petak lahan akan disalurkan pupuk yang berbeda yakni pupuk organik, semi organik, kimia dan campuran, kendati demikian hal  tersebut tidak dilakukan karena dasar dari  Loka Pengkajian Teknologi Pertanian (LPTP) Tanjung Pinang bersumber dari Kementrian Pertanian (Kementan) semua lahan tersebut harus dibubuhi dengan penerapan pupuk semi organik atau full organik, sementara suplay pupuk tersebut tidak melampaui lokasi persawahan Bukit Langkap, hal inilah yang memicu lambatnya pertumbuhan tanaman padi tersebut yang pada akhirnya menyebabkan padi tersebut gagal panen”, ungkapnya.

Mbah Rajimin warga Desa Bukit Langkap saat ditemui dilokasi tanam padi oleh media Infolingga kamis (19/01/17) menuturkan, ” yah, beginilah pak, kondisi padi di areal sawah ini, bisa dilihat sendiri, dari ujung ke pangkal ini semuanya tak dapat di panen, enggak ada isinya, kering, terus banyak hamanya, ya jelas ini gagal panen”, tutur Mbah Rajimin  yang berasal dari Kab. Rembang, Semarang namun sudah menetap di Bukit Langkap selama 28 tahun tersebut.

“Yang satu petak itu padi yang di tanam oleh LPTP dari Tanjung Pinang saya dengar dari orang-orang disini, katanya mereka ahli pertanian semua namun lihat sendiri kondisi padi yang ditanam mereka, ibaratkan hidup segan mati tak mau, saya kemarin juga udah ngasi pendapat kalau padinya jangan kelamaan dikasi pupuk, ,harus cepat nanti pertumbuhannya terganggu, tapi kata ahli pertaniannya nanti tunggu pupuk organik dulu, terus katanya mesti di tanam bunga di pinggir sawah ini juga disemprot menggunakan oli juga pernah yang katanya untuk membasmi dan mengendalikan hama tanaman padi namun nyatanya bisa dilihat sendiri kalau hamanya malah berkembang biak dengan pesat bahkan padi jadi tak berisi sama sekali”, tambahnya.

“Dari pada dibiarkan kering dan mati mendingan saya manfaatkan tanaman padi ini, mendingan saya arit aja untuk pakan ternak, untungnya ternak saya mau makan padi yang sudah mulai kering ini pak, dari pada tidak di manfaatkan sama sekali, lagi pula lokasinya tak jauh dari rumah saya jadi enggak terlalu jauh bawa pulangnya, tanaman padi yang sudah terlalu kering nantinya tak bisa dimanfaatkan untuk apa-apa oleh sebab itu mendingan saya arit buat makanan sapi saya di rumah”, tutup pria paruh baya tersebut pada media Infolingga sambil lanjut mengarit padi tersebut.(ihn)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *