SALAH SATU SITUS ISTANA MELAYU RIAU LINGGA ISTANA DAMNAH MENJADI TUJUAN WISATA SEJARAH

Istana Damnah Daik Lingga
Replika Istana Damnah di Daik Lingga

IL-Indonesia yang merupakan negara multietnis tentunya banyak terdapat keanekaragaman budaya yang tersimpan di dalamnya. Keanekaragaman budaya tersebut tidak terlepas dari kisah sejarah di masa lampau yang mengandung unsur cerita yang bernilai historis tinggi.

Seperti cerita tentang berbagai kerajaan yang pernah menguasai Indonesia pada masa dahulu dimana raja-raja yang memimpin suatu daerah telah membawa pengaruh yang besar terhadap kebudayaan di suatu daerah tersebut. Salah satunya adalah Istana Damnah yang merupakan sebuah situs sejarah di Kepulauan Riau.

Istana Damnah ini mungkin namanya tidak sepopuler istana Melayu Riau Lingga yang terdapat di Pulau Penyengat yang populer dengan syair Gurindam 12 yang diciptakan oleh pujangga kerajaannya. Sehingga masyarakat di sekitar Kepulauan Riau hanya sebahagian saja yang mengetahui keberadaannya. Istana Damnah ini terletak di sebuah kawasan di Kepulauan Riau yang bernama Kampung Damnah, tepatnya di sekitar kawasan hutan. Nama kampung tersebut diambil dari nama istana yang pernah berdiri di sekitar kawasan tersebut.

Istana Damnah dibangun oleh Yang Dipertuan Muda Riau X Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi yang juga sebagai perancang istana di kawasan ini pada abad ke-19. Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi lahir pada tahun 1857 dan wafat pada tahun 1899. Istana Damnah ini sekaligus menjadi tempat tinggalnya Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II yang juga pernah berkuasa di sekitar kawasan ini. Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II dahulunya tinggal di sebuah kawasan tepatnya di Istana Kota Baru. Kemudian Istana Damnah ini juga ditempati pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Muzaffar.

Menurut informasi, bangunan Istana Damnah ini tidak diselesaikan secara menyeluruh sebab pada masa itu Sultan Mahmud Muzaffar tidak lagi berkuasa di Kesultanan Lingga karena turun tahta. Meskipun bangunan Istana Damnah ini merupakan bangunan yang bernilai historis tinggi, namun pada kenyataannya hanya sedikit saja yang tersisa dari situs-situs peninggalan sejarah Raja Melayu Riau Lingga tersebut.

Yang masih tersisa hanyalah beberapa puing seperti tiang yang dahulunya digunakan sebagai penopang bangunan istana, bangunan pagar yang terbuat dari batu bata serta beberapa buah anak tangga yang terletak di depan istana. Sisa yang lainnya dari puing bangunan tersebut keberadaannya sudah tidak terlihat lagi seiring waktu. Bahkan rumput dan tanaman lalang pun kadang-kadang terlihat tumbuh subur di sekitar lokasi peninggalan sejarah ini.

Kemudian, ketika telah diberlakukannya otonomi daerah di Kepulauan Riau, Istana Damnah ini pun mulai mendapat perhatian Pemerintah Provinsi dan Pemerintah setempat. Mereka mendatangkan para arkeolog dan beberapa peneliti yang sudah ahli untuk melakukan riset dan penelitian bentuk bangunan Istana Damnah ini sebelumnya. Kemudian setelah beberapa lama dilakukannya riset dan penelitian maka Pemerintah mulai membangun replika Istana Damnah yang diyakini sangat mirip dengan istana yang aslinya.

Replika Istana Damnah tersebut terletak di Kota Daik yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Riau Lingga. Kota Daik sendiri dulunya merupakan sebuah kota yang menjadi kawasan pusat pemerintahan pada masa kerajaan Melayu Riau Lingga. Situs bangunan asli Istana Damnah dan Replika Istana Damnah memang terletak secara terpisah guna memudahkan para wisatawan untuk melihat situs sejarah Melayu Riau Lingga ini, tanpa perlu menelusuri hutan rimba yang terdapat di Kampung Damnah.

Dahulu bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Replika Istana Damnah yang terdapat di Kota Daik ini memang cukup rumit. Untuk mencapai lokasinya saja wisatawan hanya bisa menunggu ketika air sungai di kawasan ini pasang agar bisa dilalui oleh perahu. Sebab, jika air sungai di kawasan ini sedang mengalami masa yang surut maka kawasan ini sama sekali tidak bisa dilalui karena sungai tersebut menjadi sangat kering.

Tapi kini seiring berkembangnya sarana transportasi, maka wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Daik dapat melalui jalur darat dengan melintasi jalur yang terdapat di sekitar sungai hingga ke kawasan yang letaknya sebelah utara Pulau Lingga, kawasan tersebut bernama kawasan Pancur.

Wisata ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai ragam wisata sejarah dan cagar budaya di Indonesia agar lebih mengenal warisan sejarah yang ditinggalkan oleh para raja-raja yang pernah berkuasa pada masa dahulu.(sumber ; melayuonline.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *