Setahun Kepemimpinan Awe-Nizar

Alias Wello dan Muhammad Nizar (Bupati dan Wakil Bupati Lingga)
Alias Wello dan Muhammad Nizar (Bupati dan Wakil Bupati Lingga)

IL-Satu tahun kepemimpinan Awe-Nizar telah memulai tapak pembaharuan  pembangunan menuju Lingga Terbilang 2020. Sejumlah sektor pembangunan seperti sektor pertanian, aksesibiltas, konektivitas maupun pembangunan dari pinggir yakni dari desapun telah dimulai oleh pemimpin yang visioner untuk menjadikan Lingga setara dengan sejumlah kabupaten kota yang ada di Provinsi Kepri.

Persis tanggal 17/2/2016 lalu, Awe-Nizar resmi dilantik oleh Gubernur Kepri yang waktu itu dijabat oleh Alm Muhammad Sani di gedung daerah Prov Kepri.

Dengan semangat pembaharuan terhadap Lingga yang terdera defisit, Awe-Nizar langsung menerapkan kerja cepat, dan menyeluruh diberbagai pihak dengan membangun sektor pertanian sawah yang dianggap pesimis dari berbagai kalangan masyarakat Lingga. Namun, tanpa patah semangat spirit pembaharuan Awe-Nizar berhasil memanfaatkan lahan Sei Besar menjadi lahan Sawah dari lahan tidur tersebut.

Tak tanggung-tanggung, sektor pertanian sawah tersebut direspon langsung oleh Mentan Andi Amran Sulaiman sekaligus membuka areal persawahan baru di Desa Bukit Langkap yang nota benenya nyaris sama denga lahan Sei Besar yang berpotensi besar untuk pemanfaatan lahan persawahan.

Mentan yang melihat Lingga dari berbagai sisi strategis di bidang pertanian khususnya pangan, ketika kunjungannya ke daerah itu pada 7 September 2016 lalu, ikut membuat komitmen mengalokasikan bantuan cetak sawah seluas 3.000 Hektar sepanjang tahun 2017.

“Saya sangat yakin, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi setelah Lingga memiliki sawah dengan produktivitas tinggi, pasar pangan Singapura harus sudah dapat kita kuasai. Kepri yang dulunya merupakan surga beras impor, ke sepan kita balik menjadi pengekspor beras,” kata Amran saat itu.

Langkah terus dibangun, Awe-Nizarpun berhasil membangun konektifitas dengan membuka lahan persawahan di Kecamatan Singkep Selatan yakni di desa Resang.

Pandangan pesimisme terhadap pembangunan  hal yang baru yakni sektor pertanian diwilayah pulau-pulau tersebut yang nota bene lautnya yang luas, Awe berhasil membuktikan dengan melakukan panen perdana padi sawah di Sei Besar. Persia 12 Juli 2016, padi sawah Sei Besar panen perdana.

“Saat saya menyampaikan kepada publik, bahwa Lingga akan panen beras enam kedepan setelah saya di lantik, masyarakat pesimis,” kata Alias Wello, dalam kegiatan ekspose setahun kerja pasangan Awe-Nizar, menuju Lingga Terbilang 2020, di halaman kantor Bupati Lingga, Sabtu malam.

Dibidang perhubungan, sebagai aksesibiltas pembangun di wilayah kepulauan,  perubahan positif pemerintah daerah selama setahun dipimpin Awe-Nizar berhasil membuka jembatan laut di dua pulau Besar di Lingga yakni mengaktifkan Roro dari dua pulau tersebut yakni Jagoh-Penarik. Untuk sektor transportasi darat Awe-Nizar pun membuka akses darat untuk wilayah desa.

Hal yang mengejutkan, Awe-Nizar juga berhasil  memperpendek jarak waktu tempuh Lingga-Batam dengan memgaktifkan transportasi laut Sungai Tenam-Punggur. Serta Tol Laut Tanjungpinang-Senayang maupun Jagoh meski aktif dalam sekali seminggu.

Disektor konsep pembangunan dari pinggiran, kepemimpinan Awe-Nizar juga memulai dengan mempersiapkan program yakni setiap desa menyediakan 2-4 ha.  Lahan untuk dimanfaatkan sebagai lumbung desa yang nantinya dimanfaatkan sejalan dengan sektor baru yang dibangun yakni pertanian dan perkebunan.  Setiap lahan desa yang ada di 10 Kecamatan yang ada di Lingga tersebut pada gilirannya lahan tersebut dicanangkan program menanam holtikultura yang bakal dimulai 1 Maret 2017 mendatang.

Disektor Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan visi-misi besar menuju Lingga Terbilang 2020 kepemimpinan Awe-Nizar tidak muluk-muluk dengan kedisiplinan pegawai. Kedisiplinan jajaran aparatur pemerintahan, pelayanan pencatatan sipil dan kependudukan, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup dan beberapa sektor lainnya.

Bahkan Awe-Nizar melakukan refreshing terhadap kepala sekolah yang ada di Lingga dengan melakukan mutasi. Maupun juga pejabat Eselon II, III dan IV yang dilakukan baru-baru ini.

Pencapaian di sektor pelayanan publik khususnya administrasi kepundudukan, Kabupaten Lingga telah berhasil melakukan pendataan dan perekaman secara elektronik sebanyak 97 persen penduduk Kabupaten Lingga. Pelayanan administrasi kependudukan yang sebelumnya lambat menjadi semakin cepat.

Untuk pendidikan dan kesehatan, sepanjang tahun berjalan, Pemkab Lingga telah meluncurkan program pendidikan gratis 9 tahun dan kesehatan gratis dengan meluncurkan kartu Jaminan Kesehatan Lingga Terbilang (JKLT).

Sedangkan di sektor lingkungan hidup, Pemkab Lingga saat ini tengah sibuk menyiapkan Dabosingkep menjadi kota kecil peraih gelar Adipura pada tahun 2017 ini. Bahkan baru-baru ini jalan menuju Lingga peraih Adipura mengejutkan dengan berhasil Kabupaten Lingga lolos dari verifikasi kota kecil terbersih dari instansi lingkungan.

Sejumlah sarana kebersihan seperti tempat pembuangan akhir hingga teknologi pengelolaan dan pemanfaatan sampah sudah mulai berjalan.

Bukan itu saja, Lingga yang memiliki banyak sekali bekas galian tambang timah peninggalan masa lalu, saat ini mulai mendapat sentuhan reklamasi. Tak tanggung-tanggunh Alias Wello membangun kerjasama dengan kedutaan Jerman untuk kegiatan reklamasi lahan bekas galian tambang tersebut.

Selain pencapaian itu, banyak lagi pencapaian lain yang diraih pasangan Alias Wello dan Muhammad Nizar selama kurun waktu setahun kerja tersebut. Meskipun begitu, keduanya menyadari pencapaian selama setahun ini barulah tahapan awal dikepemimpinannya.

Perbedaan pandangan dan pilihan pasangan pemimpin yang lahir di tengah masyarakat saat Pilkada itu berhasil mereka satukan kembali setelahnya. Kerja cepat dan cerdas menjadi landasan utama pasangan ini memimpin oragnisasi pemerintah daerah yang besar itu.

Meskipun Awenizar mengakui hasil yang dicapai sawah Sungai Besar belum maksimal baik secara kualitas maupun kuantitasnya, namun perjalanan program pencetakan sawah tersebut telah berhasil membangun semangat Lingga Terbilang, kepada seluruh lapisan masyarakatnya.

Serta kepemimpinan Awe-Nizar dengan membangun sektor pertanian  memberi warna baru ditengah masyarakat Lingga yang selama ini pernah jaya di sektor pertambangan, maupun kelautan dan perikanan.

Rencana Kerja

Meski satu tahun sebagai awal tahap langkah membangun Lingga Terbilang, Awe-Nizar telah mempersiapkan sektor strategis yang akan mewarnai pembangunan tahun 2017 ini.  Rencana Kerja Awe-Nizar  yakni, memekarkan Kecamatan Senayang menjadi empat kecamatan, membangun pusat ekonomi baru di pulau Sebangka, menata sektor pariwisata daerah.

Kemudian, membangun sarana pendidikan tinggi Diploma bidang pertanian bekerjasama dengan Istitut Pertanian Bogor (IPB), peluncuran sejumlah program berbasis ekonomi kerakyatan, serta sejumlah agenda besar lainnya.

Program paling dekat, disampaikan Alias yakni, program Lingga Menanam jilid II, pada 1 Maret 2017 mendatang. Program yang akan dimotori para penggerak PKK tersebut ditujukan kepada seluruh masyarakat khususnya ibu rumah tangga.

Seluruh rumah tangga diharuskan menanam tanaman produktif di pekarangan rumahnya, seperti cabai, terong, timun, dan sejenisnya.

Selain itu, pihak Desa yang sudah memiliki tanah kas desa seluas 5 Hektar, diwajibkan menanam tanaman yang sama dengan skala produksi lebih besar. Pemerintah daerah akan mensuport bibit dan pupuk serta di berikan reward kepada desa yang di nilai berhasil menghasilakan produksi terbaik.

Diluar itu, sebanyak 12 program strategis unggulan yang tertuang di brosur kampanye Awenizar tahun 2015 lalu, yang belum tersentuh atau belum menunjukkan pergerakan pada tahun awal kepemimpinannya, juga akan mulai di jalankan pada tahun 2017 ini.

Adapun beberapa program strategis yang belum tersentuh itu diantaranya, mengoptimalkan potensi tanaman sagu ribuan hektar di Lingga, pemanfaatan sumberdaya air yang melimpah di Lingga dan berupaya menarik pihak swasta untuk mengkaji potensi sumberdaya mineral di patahan laut pulau Kelombok hingga pulau Berhala.

Alias Wello yang di dampingi Nizar saat penyampaian ekspose setahun kerja tersebut mengungkapkan rasa optimisnya Lingga mampu mencapai mimpi menjadi daerah yang di perhitungkan kedepan. Dengan jargon yang didengungkan yakni “Lingga Terbilang 2020” dapat terwujud.(infolingga.net)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *