PDAM Senayang Masih Belum Bisa Dioperasikan

Foto : ilustrasi
Foto : ilustrasi

IL-Pengoperasian Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kelurahan Senayang masih terkendala biaya operasional. Pasalnya pompa mesin butuh biaya yang cukup besar.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum (PU), Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Kabupaten Lingga, Agus Fitrianto mengatakan, kendala yang memang memiliki pengaruh besar terhadap pengaktifan PDAM Senayang yakni biaya operasional untuk Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal itu dikarenakan, PDAM di wilayah tersebut menggunakan sistem pompa. Sehingga untuk pengaktifan mesin tersebut, tentu saja membutuhkan bahan bakar yang cukup besar.

“Jadi, setelah dihitung, kita kekurangan biaya operasional untuk mengadakan minyak itu. Jadi, makanya kita belum mengaktifkan. Terlebih lagi karena tarif atara PDAM Daik, Dabo maupun daerah selain itu belum sama, kita belum bisa mensubsidi disana (Senayang),” ujarnya baru-baru ini.

Dikatakan Agus, awalnya untuk operasional tersebut pihaknya sudah berkali-kali meminta bantuan kepada Pemprov Kepri dan mendapatkan respon positif. Namun, untuk menganggarkan biaya operasional tersebut, waktu itu kondisi keungan baik Lingga maupun Kepri sedang defisit sehingga hal itu gagal terlaksana.

“Sebenarnya untuk biaya operasional ini dari kita. Dengan kita bangun itu kan kita tarik tarif ni, tarif itu ditarik. Misalkan kita hitung berapa kapasitas air, berapa kubik yang dipakai, baru kita tarik. Ternyata itu pun tidak cukup. Sebenarnya kami kemarin sudah ingin mencoba. Itu satu bulan butuh sekitar Rp48 juta untuk minyaknya. Jadi, karena kita kekurangan biaya operasional, ini gagal berfungsi,” imbuhnya.

Dijelaskan Agus, jika pembangunan fasilitas air bersih di Kelurahan Senayang tersebut sia-sia, tentu pihak pemerintah tidak dapat menemukan solusi. Namun, untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, pihaknya tetap mencarikan solusi untuk dapat diaktifkan. Sehingga sasaran pembangunan PDAM di Senayang betul-betul dirasakan masyarakat. “Ada satu lagi wacana untuk mengganti sistem pompa dengan tenaga surya, kita akan mengajukan ke provinsi,” ujarnya.(ihn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *