Dinas Kebudayaan Berdayakan Tanaman Buah Lokal

M. Ishak kepala Dinas Kebudayaan Kab. Lingga
M. Ishak kepala Dinas Kebudayaan Kab. Lingga

IL-Mengingat selama ini pelestarian tanaman buah-buah lokal asli Kabupaten Lingga masih minim di Lakukan, Dinas Kebudayaan mulai melakukan pendataan dan pengumumpulan tenaman Lokal ini. Lokasi pelestarian dan pengembangan tanaman di pusatkan pada lingkungan lahan Musium Linggam Cahaya dan lokasi  Balai Adat Melayu.

Hal ini di jelaskan Kepala Dinas Kebudayaan Datok M Ishak mengingat seiring berjalannya waktu, tanam buah buahan lokal khas Lingga sudah mulai langka.

” Jadi Kita sudah mulai menanam pohon buah-buah khas Lingga di lokasi itu, dan juga kita sejalankan dengan visi misi Bupati Lingga dalam gerakan menanam tanggal 1 maret kemarin,” katanya menjelaskan, Kamis (02/03).

Menurut Ishak yang juga ketua Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga ini, Pohon buah-buahan lokal tesebut perlu dilestarikan, serta jangan sampai punah.Karena itu juga merupakan tanamn khas di kabupaten Lingga.

”  Bagi masyarakat Lingga sendiri tanaman buah buahan lokal yang kita mulai lestarikan ini, menjadi kenang kenangan tersendiri.Pada masa kanak kanak atau pada masa lalu itulah buah buahan yg sangat familiar dan sering dimakan. Tak seperti sekarang ini cukup banyak buah dan mkanan yang bisa menjadi pilihan, soalnyakan dahulu semuanya terbatas. Apalagi buah-buahan kita makan yang ada di daerah sini saja,” tambahnya lagi.

Jenis tanaman buah buahan lokal yg ditanam di sebagian lingkungan moesium dan balai adat melayu saat ini beragam jenis seperti,  pokok Tenggayun, Kemang, Tas tas, Cermai, Redan, Mentega, Tempurung, Pulas, Kandis , Banang, Lekop, Lanjut, Nam nam dan banyak jenis lainnya.

” Kami juga terus mengumpulkan jenis-jenis yang belum ada, kepada  orang dan teman-tenam yang tinggal di desa untuk mecarikn bibit tanaman yg lain seperti pohon buah Pasal, Punak, Deremong, binjai dan lain-lain. Ini untuk melengkapinya,”  jelasnya lagi.

Dilanjutkan Ishak, Sebenarnye di masterplan pengmbangan kawasan Damnah sudah di planingkan ada suatu space atau kwasan yang khusus diperuntukan untuk tanaman buah buahan lokal khas Lingga.Sekaligus sebagai kawasan ruang terbuka hijau.

” Ini nanti guna mendukung Damnah sebagai perkampungan warisan budaya melayu.Tapi karena lahannya belum tuntas dibebaskan, tentu pembangunanye belum dapat diwujudkan, kita pelan-pelanlah,” ungkapnya mengakhiri perbincangan dengan infolingga.(ihn)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *