Longsor Dan Erosi Tanah Penyebab Keruh Bendungan Air Gemuruh

Longsor
Erosi dan Longsor di tebing Sungai bendungan Air Gemuruh Dabo Singkep

IL-Balai Wilayah Sungai Sumatera IV menemukan penyebab keruhnya bendungan baru Air Gemuruh Dabosingkep, Kabupaten Lingga, yakni akibat erosi dan longsor pada bagian hulu aliran sungai.

Lukman, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku di Balai Wilayah Sungai Sumatera IV mengatakan, longsor tersebut jatuh ke aliran sungai dan mengakibatkan material sedimen terbawa air hingga masuk ke bendungan tersebut.

“Kami sudah cek ke lapangan langsung, bahwa terjadi runtuhan pada tebing sungai di hulu aliran sungai ini. Itulah yang memberi kontribusi terbesar terhadap keruhnya air di bendungan,” kata dia, saat memaparkan hasil investigasi BWS kepada Wakil Bupati Lingga di Daik, Rabu malam.(15/03)

Sebelumnya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) wilayah Dabosingkep menghentikan sementara penyaluran air baku ke masyarakat selama 3 hari, karena air di bak penampungan keruh. Penghentian tersebut mendapat keluhan dari banyak konsumen.Tapi, karena adanya erosi dan reruntuhan tebing yang diduga akibat dari penebangan hutan secara liar di hulu sungai Air Gemuruh, memberi kontribusi cukup besar terhadapa kekeruhan air waduk itu.

“Dari lahan yang dibuka itu, memang ada sedimen. Tapi tidak sebesar kontribusi yang dibuat oleh longsor di hulu sungai. Saya juga masih mendengar ada bunyi mesin sinso di bagian hulu bendungan. Kami minta, tolonglah sama-sama kita jaga fasilitas yang jadi kebutuhan orang banyak ini,” ungkapnya.

Prediksi kami, bulan Februari hingga Maret ini kemarau. Jadi rencana serah terima bangunan fisik dan pengelolaannya itu setelah musim kemarau berakhir,” jelasnya.

Bahkan, tambahnya, pemerintah daerah juga belum memasang saluran pipa yang terkoneksi dengan perangkat Sedimen Trap bendungan Air Gemuruh tersebut. Artinya, regulasi penyaluran air baku ke masyarakat masih seperti biasa.

Dia mengharapkan Pemkab Lingga segera memasang saluran penyambung dari Sedimen Trap bendungan tersebut, agar saat serah terima nanti, air di bendungan langsung dapat disalurkan ke konsumen.

Sementara itu, Wakil Bupati Lingga Muhammad Nizar yang mendengar langsung penjelasan pihak BWSS di ruang rapat kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Lingga, Rabu malam itu, turut menyayangkan adanya tudingan miring sejumlah pihak terhadap BWSS IV.

Namun, Nizar optimis pemerintah daerah dan BWSS IV akan tetap menjaga dan melanjutkan komitmen bersama tersebut, untuk terus membangun sarana kebutuhan masyarkat Kabupaten Lingga.(ihn)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *