Memupuk Jiwa Sosial Melalui “Jum’at Berbagi”

Ketua KNPI Safaruddin saat menyerahkan bantuan sosial
Ketua KNPI Lingga Safaruddin saat menyerahkan bantuan sosial

IL-Gubuk kecil sesudah pelantar kayu sepanjang 50 meter di Kampung Seranggas Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara, Jum’at (17/3) siang itu, didatangi sekelompok pemuda berseragam biru bertulis DPD KNPI Kab Lingga pada bagian punggungnya.

Kedatangan rombongan disambut oleh seorang wanita tua bernama Sa’amah, diperkirakan berusia sekitar 70 tahun, bertubuh kecil, sedikit bungkuk dengan kulit yang mulai keriput. Tak terlihat ada tanda-tanda penghuni lain dalam hunian sangat sederhana yang dikelilingi pohon bakau itu.

Setelah masuk dan duduk bersama di ruang tamu berlantai papan, Saparuddin, pimpinan rombongan pemuda mulai mengenalkan diri dan tujuan kedatangan mereka ke rumah janda tua yang ternyata memang hidup sendir dan jauh dari anak-anaknya.

Menurut Sapar, kisah tentang perjuangan hidup Sa’amah yang tidak mudah untuk bertahan hidup hari demi hari di sisa-sisa usia senjanya, telah sampai ketelinga para pemuda KNPI Kabupaten Lingga. Penderitaan Sa’amah juga menyentuh hati dan keinginan para pemuda KNPI untuk sedikit membantu meringankan penderitaannya itu.

Memang, saat ditemui di gubuk kecil tempat tinggal Sa’amah, raut wajahnya jelas menunjukkan begitu ia lelah menghadapi hari-hari tua hanya sendiri. Sa’amah memiliki dua orang anak yang sudah berkeluarga dan tinggal bersama keluarga kecilnya di kampung yang berbeda.

Kondisi itu membuat Sa’amah harus berjibaku memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dengan usahanya sendiri. Bermacam jenis pekerjaan, mulai dari yang ringan hingga yang berat dan lazimnya di kerjakan oleh pria juga rela ia lakukan, demi mencukupi kebutuhan hidupnya.

Namun, dengan tenaga yang semakin lemah Sa’amah hanya mampu mendapatkan sebagaian kecil saja hasil dari pekerjaan yang ia jalani tersebut.

“Nenek kerja bekarang Gonggong. Itupun kerjanya kalau air surut saja, kalau air lagi dalam, nenek cuma duduk di rumah, tidak dapat turun ke laut,” ungkapnya.

Dalam sehari pendapatan yang diterimanya hanya belasan ribu saja. Kalaupun sedang mujur, Sa’amah paling mampu mendapatkan penghasilan sebesar Rp50 ribu.

“Berapapun yang Nek dapat dalam sehari, itu lah yang nenek gunakan untuk makan,” cetusnya.

Saat ini, wanita lansia dengan dua orang anak ini, hanya bisa pasrah menjalani kehidupan di masa tuanya yang serba seadanya tersebut.

Selain Sa’amah tiga keluarga yang tidak jauh berbeda nasibnya di wilayah pemukiman Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara, juga turut dikunjungi rombongan pemuda DPD KNPI Lingga tersebut pada hari yang sama.

Dengan empat paket sembako yang perpaketnya terdiri dari 10 kilogram beras, 1 papan telur, 1 kg minyak goreng, 1 kg gula pasir dan 1 kardus mie instan dari sumbangan bersama para anggota pengurus DPD KNPI Lingga tersebut, mereka bagikan kepada empat keluarga itu.

Setidaknya, lanjut Sapar, apa yang diberikan KNPI itu dapat membantu meringankan sedikit beban yang saat ini sedang dipikul empat keluarga yang sedang membutuhkan ini. Lebih dari itu, KNPI berusaha ikut merasakan dan berbagi kebersamaan dengan mereka.

Pemuda KNPI, lanjutnya lagi, juga bukan dari kalangan orang berada dan mampu setiap saat membantu masyarakat yang kesusahan ekonominya. Tapi paling tidak, pemuda-pemudi KNPI umumnya pemuda Kabupaten Lingga di bekali tenaga, semangat, kemampuan maupun skil untuk berbuat lebih dan menghasilkan yang lebih dibanding mereka yang butuh pertolongan tersebut.

Mengenai kegiatan sosial yang mereka sebut dengan “Jum’at Berbagi” seperti ini, lanjutnya, merupakan agenda kerja KNPI bidang sosial kemasyarakatan yang akan di gelar rutin setiap bulannya, dimana untuk agenda selanjutnya akan digelar di lokasi yang berbeda.

“Pendanaannya bersifat solidaritas para anggota pengurus dan dukungan donatur. Jadi bukan seperti bantuan sosial pemerintah yang dibagikan merata ke semua masyarakat miskin. Kami punya keterbatasan, sehingga sulit menjangkau semua warga yang butuh bantuan,” ungkapnya.

Dia berharap, bantuan ini tidak menimbulkan rasa iri atau kecil hati kepada masyarakat yang merasa lebih pantas mendapatkannya.(ihn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *