Kantor Pelabuhan Roro Penarik Daik Lingga Hangus Terbakar

Kantor Pelabuhan Roro Setelah mengalami kebakaran
Kantor Pelabuhan Roro Setelah mengalami kebakaran

IL-Heboh, Kantor Pelabuhan Roro Di Dusun Penarik Desa Kelumu Kecamatan Lingga hampir ludes dilalap api, kejadian Selasa (9/5) Pukul 23.00 WIB malam tersebut, menggegerkan warga Daik Lingga.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Yusrizal mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui apa penyebab Kebakaran dan dari mana api tersebut bersumber, sampai atap pelabuhan menjadi bolong akibat dilalap sijago merah.

“Kita belum mengetahui apa penyebabnya. Sampai hari ini kantor pelabuhan belum dialiri listrik dari PLN, kalau genset cuma digunakan ketika keperluan masuk barang atau jembatan turun naik,” ungkapnya, Rabu (10/5).

Dia mengaku, kalau pintu masuk atau pintu pagar setiap malam di kunci, karena belum ada petugas untuk menjaga pelabuhan. Sedangkan anggota yang bertugas baru 5 orang tenaga honor lepas (THL) dan 1 orang pegawai negeri sipil (PNS).

“Kalu berdasarkan informasi dari yang melihat (petugas jaga malam SPBU) yang bertugas jaga malam dan tidak jauh dari TKP. Katanya api terlihat dimulai dari bagian atas bangunan kantor,” terangnya.

Katanya lagi, kemungkinan tidak ada sumber api yang berasal seperti dari lilin atau kompor dari dalam bangunan, sedangkan Pukul 16.30 WIB, pintu pagar masuk sudah ditutup dan sudah tidak ada petugas lagi.

“Memang atap pelabuhan terbuat dari karet dan sangat mudah dilalap api. Bicara petugas, kalau sudah sore sudah pulang semua, jadi kita belum tahu apa penyebab sebenarnya,” imbuhnya.

Kapolsek Daik Lingga Iptu Sugianto melalui Kanistreskrim Ipda Suwondo mengaku, dia tidak bisa bicara terlalu jauh, karena pihaknya masih di tempat kejadian perkara sejak kejadian terjadi tadi malam.

“Sekarang ini kami masih di (TKP), masih dalam lidik polisi. Dan siang ini juga dari Mapolres Lingga turun ke TKP. Kami dari tadi malam sampai sekarang masih di tempat kejadian,” ujarnya, Rabu (10/5).

Pengakuannya, sampai sekarang ini belum dapat disimpulkan, karena kantor belum dialiri listrik, dan belum dapat disimpulkan dari mana sumber Api. Akibat terbakarnya Pelabuhan Roro ini menyebabkan kerugian yang besar.

“Kerugian bisa di tafsir mencapai Rp100 Juta, yang terdiri dari atap dan mobiler kantor. Untuk saat ini kami masih dalam lidik, apa penyebab dari kebakaran ini,” pungkasnya.

Pelabuhan Roro yang diresmikan pada Mei 2016 lalu oleh Dirjen Perhubungan Darat, sekarang atapnya sudah menjadi abu. Sementara arus penumpang Jagoh-Penarik kian diminati masyarakat dan tidak kurang dari ratusan lebih penumpang menggunakan roro penyeberangan antar dua pulau tersebut setiap harinya (ihn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *