Tambang Timah Ilegal Marak, Aparat Tutup Mata

tambang-timah-ilegal_20161228_090443IL-Penambangan timah illegal marak beroperasi di sebuah kolong di kaki Gunung Muncung, Kecamatan Singkep yang menjadi kawasan penyanggah hutan lindung. Ironisnya, aktivitas tambang yang terlihat jelas oleh masyarakat, namun luput dari perhatian pihak kepolisian.

Sedikitnya empat ponton mesin penyedot timah beroperasi setiap hari. Ini menyebabkan air kolong yang sebelnya jernih menjadi tercemar dan berwarna kuning pekat akibat bercampur lumpur.

“Aktivitas ini sudah lebih sebulan. Setahu saya memang daerah ini menjadi kawasan penyanggah hutan lindung Gunung Muncung yang dilarang untuk melakukan berbagai kegiatan merusak alam,” kata Deni, salah seorang warga kepada infolingga ┬ákemarin.

Dikatakan, sempitnya lapangan pekerjaan di Kabupaten Lingga menjadi alasan para pekerja tambang memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Akibat mahalnya harga timah hingga Rp100 ribu/kilogram, menjadi daya tarik sebagian warga untuk melakukan penambangan timah secara ilegal.

“Meski begitu seharusnya penambangan tidak dilakukan di sini. Hutan lindung Gunung Muncung adalah hutan yang menjadi sumber air bersih warga di mata air Gemuruh. Malahan saya dengar bahwa kolong yang dikeruk timahnya ini adalah sumber mata air cadangan PDAM Lingga,” sebutnya.

Ia berharap inatansi terkait mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas pertambangan timah di daerah ini. Bila dibiarkan, secara langsung efeknya akan mempengaruhi kelestarian alam Hutan Lindung Gunung Muncung.

“Dinas Kehutanan atau pihak kepolisian diminta segera bertindak untuk menghentikan aktivitas ini,” ucapnya.

Terkait hal ini, Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi belum memberikan tanggapan atas hal ini. Pesan singkat yang dikirim media ini, belum mendapat tanggapan.

Informasi yang diterima, masyarakat yang melakukan pertambangan di lokasi ini adalah pekerja dari beberapa “bos timah” yang namanya sudah menjadi rahasia umum bagi warga Dabo Singkep dengan pola bagi hasil.(Jfr)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *