Aksi Demo LSM FORPHIL Desak Kejaksaan Negeri Lingga Usut Tuntas Kasus Dana Bansos

Aksi demo di depan kantor kejaksaan Lingga
Aksi demo di depan kantor kejaksaan Lingga

IL-Puluhan pemuda yang tergabung dalam LSM Forum Pemuda Hinterland (FORPHIL) mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Lingga, Jumat (7/7).

Mereka mendesak aparat Kejaksaan Negeri Lingga  mengusut penyelesaian kasus Dana Bantuan Sosial Pramuka yang saat ini kasusnya terkesan jalan di tempat. Masa yang tergabung dalam Forphil Lingga itu mulai bergerak sekitar pukul 10.30 WIB menuju halaman Kantor Kejari Lingga.

walaupun sempat tertahan sejenak di luar halaman Kantor Kejaksaan Negeri Lingga, akhirnya beberapa orang perwakilan dari pihak pengunjuk rasa yakni Siswandi, Ju’ai, Padlan dan Dani diterima untuk menyampaikan langsung aspirasi yang mereka bawa kepada Kajari Lingga Puji Triasmoro SH,MH.

Sementara itu puluhan masa pendemo yang tidak diperkenankan masuk nampak berkumpul di depan Kantor Kejaksaan dengan membentangkan sepanduk bertuliskan “Usut Tuntas Kasus Dana Bansos Pramuka”.

Usai menemui pihak Kejari Lingga, kepada pihak media Siswandi selaku juru bicara aksi menjelaskan, pihaknya meminta kepada aparat penegak hukum itu untuk tidak melalaikan proses hukum terkait perkara korupsi di daerah ini.

“Program baik dari pemerintah kita dukung. Apalagi kemarin visi misi dari pemerintah sekarang inikan anti korupsi. Jadi kami semacam menegur atau memperingatkan dan sekedar memberitahu kepada pihak kejaksaan, tolong jangan lalai terhadap proses hukum. Kita sudah muak dengan semua ini,” kata Siswadi.

Di tempat yang sama, Kajari Lingga Puji Triasmoro membantah kalau penuntasan kasus dana bantuan sosial pramuka berjalan di tempat seperti yang disampaikan pendemo.

“Pengueutan kasus bansos itu saya merasa tidak seperti itu. Saya melaksanakan tugas sesuai dengan kemampuan kami juga. Terutama jumlah SDM kami yang memang terbatas,” kata Puji Triasmoro di ruangan kerjanya.

Puji juga mengatakan kalau pihaknya melakukan tugas untuk keadilan dan bukan untuk tujuan politik.

“Kalau kami tetap melaksanakan tugas sebagai penegak hukum untuk keadilan. Bukan untuk kepentingan politik. Yang jelas saya bekerja secara profesional sebagai penegak hukum. Jadi sesuai arahan dari pimpinan, bahwa dalam mengusut perkara yang sifatnya masih penyelidikan ya kami tidak bisa mengungkapkan ke masyarakat dulu. Agar tidak timbul kegaduhan. Keduanya dimanfaatkan oleh orang lain untuk kepentingan-kepentingan mereka,” kata Puji di hadapan pihak media.

Puji juga menambahkan kalau nanti perkara ini sudah pada tahap penuntutan, pihaknya akan menyampaikanya kepada masyarakat secara terbuka.
“Dan itu tadi, kalau sudah tahap penyidikan dan penuntutan, ya akan kami sampaikan. Jadi sudah ada rasa keyakinan dari Penuntut Umum, terpenuhi nya 2 (dua) alat bukti. Sehingga kita limpahkan ke pengadilan,” terang Puji.

Terakhir Puji menegaskan dalam menjalankan tugas pihaknya tidak mau dan tidak bisa ditekan-tekan dalam proses penegakan hukum yang ada. “Kami tidak mau dan tentunya didalam proses penegakan hukum ini ada tekanan atau interevensi oleh oknum-oknum tertentu untuk tujuan mereka. Itu saja dan itu digaris bawahi,” kata Puji.

Usai menyampaikan orasi yang kemudian di mediasi oleh pihak Kejaksaan, puluhan pendemo akhirnya meninggalkan halaman Kantor Kejari Daik Lingga yang bertepatan dengan masuknya waktu sholat Jumat. Sementara itu untuk mengantisipasi demo kali ini, Jajaran Polres Lingga melakukan pengamanan ketat di seputaran lokasi demo.(jfr)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *