Anggota DPRD Lingga Hadiri Nikah Gratis Warga KAT

Nikah gratis delapan pasangan warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) Pulau Lipan begitu meriah diiringi gendang penganten. Prosesi sakral tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lingga M Nizar di Kantor Urusan Agama Kecamatan Daik Lingga, Kamis (20/7).
Kemeriahan nikah gratis untuk sejumlah warga Komunitas Adat Terpencil tersebut berlangsung sejak penyambutan rombongan di Pelabuhan Penarik. Penyambutan rombongan delapan pasang pengantin dari Pulau Lipan tersebut diadakan secara tradisional. Bahkan sesampai di Pelabuhan Penarik, rombongan yang hendak menuju Kantor KUA Daik disambut beras kuning.

Sebelum akad nikah dimulai, mewakili seluruh undangan, Kepala Kemenag H Hasyim mengatakan syukurillah terhadap delapan pasang warga KAT sudah memeluk agama Islam hingga hari ini bersedia melaksanakan sunah Rasul membangun rumah tangga.

“Islam mengatur soal nikah. Kalau sudah teratur, selamat. Sehingga hati tenang,” ujar Hasyim kepada delapan pasangan pengantin tersebut.

Dikatakan Hasyim, bagi yang laki-laki harus menghormati kedua orang tua, dan perempuan berbakti pada suami. Maka harus diciptakan lingkungan keluarga yang baik. Karena itulah salah satu tujuan pernikahan. “Semoga hari ini membawa berkah. Diberikan keluarga sakinah,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Camat Selayar, Abang Safril menambahkan ada 8 pasangan warga KAT Pulau Lipan yang dinikahkan. Yang sebenarnya adalah 10 orang. Namun yang hadir hanya delapan pasangan.

“Kita bersyukur kepada orang tuanya merelakan anak-anaknya memeluk agama Islam. Setelah memeluk Islam, tak mungkin mereka dibiar begitu saja. Kita berharap guru agama yang kita kontrak bersedia ditempatkan di Pulau Lipan,” ujarnya.

Dikatakan, setelah akad nikah, delapan pasangan pengantin itu akan mengikuti acara resepsi di Kecamatan Selayar. Bahkan rencana tersebut mengundang Bapak Gubernur Kepri dimana bertepatan dengan Hari Lingkugan Hidup.

“Mungkin setelah ini akan ada resepsi. Makan lakse. Rencananya mengundang Pak Gubernur sejalan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup,” imbuh Safril.

Ditempat yang sama, anggota DPRD Lingga yang juga putra asli daerah Pulau Selayar, Zakaria mengatakan nikah gratis warga KAT Pulau Lipan sudah dua kali dilaksanakan. “Hari ini dapat berlangsung sederhana yang difasilitasi pemerintah dan masyarakat,” ujar Zakaria.

Dikatakan, ini juga merupakan kerja nyata pemerintah dan masyarakat memfasilitasi sejumlah masyarakat yang belum memiliki identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga.

Selain itu, kata Zakaria, nikah gratis secara masal ini juga mendukung program pemerintah mewujudkan hak masyarakat. “Karena kita tahu masih banyak warga termasuk warga KAT yang di Pulau Lipan yang belum memiliki KTP dan KK. Dan hari ini dapat difasilitasi,” terang Zakaria.

Sebagaimana disebut-sebut Komunitas Adat Terpencil Suku Laut merupakan salah satu komunitas tertua di Lingga. Menurut Zakaria komunitas ini perlu dilestarikan seperti bahasa. “Mereka memiliki bahasa. Kapan perlu Pulau Lipan dijadikan Desa Adat,” imbuhnya.

Tampak hadir pada nikah graris di KUA Daik Lingga tersebut, Ketua LAM Lingga H M Ishak, Ketua LAM Kecamatan Selayar, Kabag Kesmas H Syukri, Sekretaris Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Lingga serta Ketua KNPI Lingga Safaruddin sekaligus Ketua Marwah Pulau Selayar Jaiz dan Camat Selayar Abang Safril.(jfr)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *