Kolam Renang Popda 2018 Tetap Berstandar Nasional

Kepala DPU-
Said Nursyahdu Kepala DPUPR-PKP

IL-Kabupaten Lingga optimis akan membangun fasilitas olahraga kolam dengan standar nasional. Meski anggaran pembangunan fasilitas untuk persiapan perhelatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) pada tahun 2018 tak mencukupi.

“Yang kolam renang tetap berstandar nasional. Kalau tribun penonton sama pagar itu hanya pendukung. Yang paling utama kolamnya standar,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Kabupaten Lingga, Said Nursyahdu kepada media ini, Kamis (20/07).

Ia menilai, jika pembangunan kolam renang tersebut telah berstandar nasional, tentu saja untuk kualitasnya tidak perlu untuk diragukan lagi.

” Yang kedua itu, nanti akan ada ruang ganti orang, karena untuk perempuan tidak mungkin mau ganti ditengah umum,” katanya.

Kemudian, ia mengatakan, fasilitas pendukungya untuk tahap awal hanya ada ruang ganti. Namun, fasilitas seperti tribun penonton dan pagar akan dibangun belakangan.

” Kita tunjukkan apa adanya. Saya berharap, tahun berikutnya ada lah kucuran untuk tribun, kemudian pagar, biar komplit lah apa yang ingin dibangun gubernur untuk Lingga ini,”ujarnya.

Sebagaimana diketahui, anggaran pembangunan sejumlah fasilitas olahraga di Kabupaten Lingga untuk pelaksanaan ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kepri tahun 2018 di Kabupaten Lingga terancam tidak berbuah maksimal.Hal demikian terjadi karena sejumlah anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan fasilitas olahraga di Kabupaten Lingga dinilai tidak mencukupi.

Kepala bidang (Kabid) Cipta Karya di Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPR-PKP) Kabupaten Lingga Agus Fitrianto mengatakan, untuk pembangunan arena kolam renang beserta fasilitas pendukung, anggaran yang disediakan Pemprov Kepri dinilai tidak cukup.

“Jadi, untuk kolam renang ini, paling cuma bisa untuk kolamnya saja. Tapi, fasilitasnya tidak ada. Karena dalan satu kolam renang sesuai standar dengan pembangunan tribun serta fasilitas lainnya membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar. Sedangkan yang ada hanya Rp 8 miliar,” kata dia kepada media ini, Rabu (19/07).

Dikatakannya, bukan hanya kolam renang, akan tetapi untuk pembangunan staion atletik yang berada di Kecamatan Singkep Pesisir juga mengalami hal serupa.

“Kalau untuk stadion atletik itu anggarannya Rp3 miliar. Itu pun kemungkinan tidak cukup. Tapi, kita lagi koordinasi dengan konsultan yang di Bintan itu, kalau tidak salah yang di Bintan itu Rp8 miliar untuk membuat lintasan atletik ini,” ujarnya.(jfr)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *