Siswa MTS Tenggelam di Lokasi Pantai Indah Sergang Laut

Pandai Indah Sergang Laut
Pandai Indah Sergang Laut

IL-Seorang anak siswa MTS kelas 8, warga Bukit Kapitan, Kelurahan Dabo Lama Kecamatan Singkep dikabarkan tenggelam terseret arus saat berenang di pantai wisata Sergang Laut Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Minggu (23/7).

Korban Zaldi (14) siswa MTS kelas 8. bersama keenam rekannya sebelum kejadian bermain di ujung pelabuhan untuk mandi dan berenang di lokasi wisata Pantai Sergang.

Pada saat itu teman-teman korban sudah memperingati Zaldi untuk tidak ikut berenang, mengingat selain ombak besar juga arus yang kuat. “Zaldi kamu jangan berenang, tapi dia (korban) tidak mendengarnya langsung terjun aja,” ungkap Zaki, rekan korban.

Dijelaskan Zaki, ia bersama rekan-rekannya dan seorang guru membuat acara Reuni bersama ke Pantai Sergang. “Kami datang kemari pada pukul 10.00 WIB makan bersama guru,” ucap Zaki.

Sementara korban yang juga satu sekolah di MTS ikut bersama rombongan. Usai makan bersama satu orang guru yang ikut serta sudah pulang.

“Kami tinggal bersama teman teman lainnya, sekitar pukul 13,30 WIB. Kemudian kami mandi. Saat itulah kawan kami tenggelam,” kata Zaki seraya menambahkan saat tenggelam korban hanya mengenakan celana panjang dan tidak berbaju.

Sementara Kasatpol Air Polres Lingga, AKP Tarigan di lokasi kejadian mengatakan, hingga sore pukul 14.00 WIB korban masih belum ditemui. Sementara itu upaya pencarian korban   tenggelam masih terus dilakukan oleh pihak keamanan setempat.

“Tindakan upaya pencarian itu sendiri melibatkan Pol Air Polres lingga, TNI-AL, Satpol PP, dan Masyarakat,” ujar Tarigan. Dijelaskanya lagi, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari rekan-rekanya, korban saat terjun ke air sempat berenang dan kelihatan masih mengapung. Setelah itu tidak lagi kelihatan.

Beberapa rekan korban yang ikut menyaksikan langsung ikut mencari di lokasi tenggelamnya korban di ujung dermaga Pelabuhan Sergang itu. Setelah upaya pencarian gagal, teman-teman korban berusaha untuk mencari pertolongan dengan meminta bantuan kepada pengunjung yang berada di lokasi.

Namun karena cuara yang buruk dan gelombang pasang tinggi, pengunjung tidak berani untuk memberikan pertolongan segera saat itu.(jfr)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *