Dinas Kebudayaan dan LAM ” Kawal ” Prosesi Adat Pernikahan Warga KAT

IMG-20170802-WA0020IL-Perosesi acara pernikahan masal 8 pasang dari warga Komunitas Adat Terpencil yang berlangsung sukses minggu kemarin di Kecamatan Selayar tidak luput dari partisipasi Dinas Kebudayaan dan LAM Lingga.Jauh-jauh hari sebelum prosesi acara nikah masal berlangsung dengan adat istiadat Melayu, instansi terkait sudahpun menyusun tertib acara dengan sebaik-baiknya.

“Jauh-jauh hari Camat selayar sudah berkoordinasi dengan LAM kabupaten dan Dinas Kebudayaan untuk acara tersebut.Makanya saya tugaskan beberaa pengurus LAM dan staf Disbud supaya bantu pak camat secara maksimal. Mulai dari acara berarak mengelilingi kota Daik sebelum pernikahan dilangsungkan, sampai dengan acara betepuk tepung tawar di Penuba. Khusus untuk acara betepuk tawar, sehari sebelum acara saya sudah menugaskan 2 staf untuk bantu pak camat. Sedangkan pada hari pelaksanaannya, disamping saya langsung menghadiri, saya juga membawa 2 orang Ketua pengurus LAM Kabupaten, yakni H Bahtiar Badri dan H.Nadar.,” kata Ishak Kepala Dinas Kebudayaan Lingga, Rabu (02/07)

Selaku kadisbud dan pengurus LAM, M Ishak juga memberikan apresiasi kepada Camat Selayar dan masyarakat Selayar karena berinisiatif telah melakukan hal-hal yang sangat positif dan inovatif. Apalagi kegiatanya bukan kegiatan yang dibiayai melalui anggaran pemerintah.

“Mungkin sejak Kabupaten Lingga berdiri,  acara seperti ini baru perdana dilakukan. Uniknya pada acara tersebut, sebelum tepuk tawar dilakukan, kedelapan pasang yang telah menjadi mualaf tersebut disuruh naik sampan berpasangan.Dari Pulau Lipan mereka bakayuh/bekiyau menuju pelabuhan Penuba. Sampai dipelabuhan mereka ditaburi berat kunyit, diarak, yang diselingi dengan musik tradisional, kemudian juga sambut dengan silat penganten sebelum dinaikkan ke pentas untuk ditepuk tawari secara adat,” cerita Ishak lagi.

Ishak yang juga ketua LAM Lingga ini menerangkan ,Tepuk tepung tawar merupakan acara adat, sebagai bentuk memberikan keselamatan, menolak yang sial dan balak. Setiap tepukan mulai dari kening, bahu dan tangan mempunyai makna yg sangat dalam dan penuh tunjuk ajar.Mudah- mudahan dapat diamalkan kedelapan pasangan KAT yang sudah dinikahkan.

” Saya juga berpesan kepada Camat Selayar agar kedelapan pasang ini wajib dibina,dibimbing agar mereka dapat melaksanakan ibadah sesuai syariat Islam. Karena itu perlu dukungan dari semua pihak,” pesatnya lagi.

Kadis kebudayaan Kabupaten Lingga juga mengapresiasi dan mengakui kegiatan adat yang dimotori Camat Selayar Abang syafril tersebut, dapat berjalan lancar dan khidmat selain karena mendapat dukungan penuh dari LAM kabupaten Lingga dan LAM Kecamatan Selayar serta dari intansi/OPD dan ormas, Dinas sosial, Dinas kebudayaan, MUI, Anggota DPRD Kabupaten Lingga, Dinas kependudukan dan capil, GOW, forum marwah, KNPI, mayarakat dan tomas Kecamatan Selayar.(jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *