Kurang Obat, Forphil Larang Orang Daik Sakit

Ketua
Ketua Forphil Lingga Siswandi

IL-Forum pemuda Hiterlend kabupaten Lingga menyoroti kurangan maksimalnya pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah ini. Pasalnya kurang tersedianya obat dan alat-alat bantu fasilitas kesehatan menjadi pemasalahan serius saat ini, sehingga mereka menyarankan agar masyarakat Kabupaten Lingga di larang sakit.

” Iya, saya bilang, untuk saat ini orang Lingga di larang atau tak usah sakit, Kasihan kalau sakit masuk rumah sakit kita ini pelayananya kurang maksimal di tambah minim sekali obat yang ada saat ini ,” kata Siswandi Max ketua Forum Pemuda Hiterlend Lingga, Selasa(01/07).

Kekurangan fasilitas obat dan alat bantu kesehatan saat ini di rumah Sakit Lapangan Daik Lingga juga pernah ditanyakanya kepada Dokter yang bertugas di situ. Namun untuk pengadaan semua itu tergantung Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga.

” Kata dokter di RS lapangan Daik, kalau urusan obat-obatan itu tergantung sama Dinas Kesehatan, mereka yang mengadakan obat,” jelasnya .

Aksi
Ormas Forphil Lingga saat demo di Kajari

Sementara informasinya sampai saat ini untuk pengadaan obat di Lingga belum juga di lelang oleh pihak Dinas Kesehatan. Hal ini menjadi sorotan dari Forpil Kabupaten Lingga menyangkut kinerja Kepala Dinas Kesehatan saat ini.

” Dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi dan mempertanyakan kepada Kepala Dinas Kesehatan Lingga soal permasalah ini. Kami akan lakukan audien sama mereka.Soalnya persoalan pelayanan di bidang kesehatan itu sangat penting dan menjadi perioritas yang sangat utama selain bidang pendidikan dalam pembangunan daerah saat ini,” terangnya lagi.

Selain itu Forpil Lingga juga mempertanyakan mekanisme lelang obat dan alat kesehatan yang di selenggaran sangat lama waktunya. Sementara itu kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan tidak bisa menunggu.

” Jadi ada yang tidak singkron ini, kenapa pengadaan obat harus di akhir tahun,sementara itu pelayana kesehatan tidak bisa menunggu-menunggu begitu. Masak orang sakit harus menunggu kalau obat sudah ada. Inikan ada yang tidak benar, ” tegasnya

Selain akan mempertanyakan buruknya pelayanan di bidang Kesehatan, Ketua Forphil Lingga juga minta kepada Bupati Lingga untuk memantau kinerja Kepala Dinas Kesehatan Lingga saat ini. Pasalnya Bidang kesehatan adalah ujung tombak dan memang menjadi perioritas dalam pembangunan.

” Kita minta dan mengharapakan Pak Bupati Lingga memantau kinerja Kepala Dinas Kesehatan Lingga. Kalau memang dirasa tidak mampu bekerja, kita juga mengharapkan agar di ganti saja dengan yang lebih baik lagi,” harapnya.

Sementara itu kepala Dinas Kesehatan, pengendalian penduduk dan Keluarga berencana M Syamsu Rizal Lingga saat di konfirmasi  menjelaskan, untuk saat ini setatus RSUD Daik belum BLUD sehingga pemenuhan kebutuhan obat tidak bisa langsung beli seperti BLUD.

” Jadi tergantung pengadaan lelang atau sistem e catalog. Proses e catalaog di dinkes dana DAK senilai kurang lebih 1,7 M sudah dalam proses pengiriman obat kurang lebih 60%. Jadi msh ada yang belum terkirim. Doakan 2 bulan lagi sadah 100%. Untuk obat non e catalaog dalam proses lelang, “katanya menjelaskan.(jfr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *