Nelayan Daik Lingga Susah Melaut Akibat Solar Langka

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Bupati Lingga H Muhammad Nuzur
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Bupati Lingga H Muhammad Nuzur

IL-Daik Lingga kembali di terpa masalah kelengkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar. Sekarang masyarakat nelayan tradisional wilayah Kecamatan Lingga menceritakan akibat sulitnya mendapat solar yang menjadi kebutuhan mereka untuk ke laut.

Miris sebelumnya minyak solar mudah di dapat nelayan dari pengecer atau distributor, namun sekarang menjadi permasalahan besar masyarakat, karena tidak dapat melaut, sementara melaut adalah pekerjaan yang ditekuni untuk menyambung hidup sehari-hari.
Bujang, salah seorang nelayan tradisional Daik sudah beberapa minggu belakangan ini kesulitan mendapatkan bahan bakar solar, masing-masing distributor yang ditemuinya mengaku sudah tidak ada lagi stok solar untuk di jual.
“Ada berapa penyalur saya temui, masing-masing mengaku solar sudah habis. Jadi saya sendiri merasa aneh, memangnya ada apa. Saya kira kejadian ini sedikit aneh dari bulan-bulan sebelumnya,” kata Bujang sedikit merasa curiga hilangnya solar secara tiba-tiba.
Nelayan lain sempat menemui media ini juga merasa heran, malah dia menduga solar bersubsidi tersebut di selewengkan, karena selama ini masalah solar tidak ada yang masalah dan sekarang secara tiba-tiba raib dan sudah meresahkan masyarakat, khususnya nelayan.
“Ini perlu di pantau, kami sebagai nelayan yang jadi korban. Dalam hal ini pemerintah harus tegas, apa perlu kami sebagai nelayan demo baru ada penyelesaian,” celetuk pria yang tak ingin namanya ditulis, takutnya dia di tuduh menjadi provokator.
Secara terpisah, koran ini sempat menemui salah satu pihak distributor yang mengambil BBM di Pertamina Sungai Buluh Kecamatan Singkep Barat, dia mengaku mendapat solar dari Pertamina cuma 2 drum yang biasanya mendapat 10 drum bahkan lebih setiap bulan.
“Biasanya saya mengambil solar di Pertamina tidak ada batasan, tapi akhir-akhir ini saya cuma mendapatkan 2 drum saja, biasanya harus 10 drum untuk kebutuhan satu bulan,” ujar pria yang menjadi agen minyak di wilayah Daik sekitar.
Dengan stok 2 drum bermuatan 200 liter per-drum tidak mencukupi kebutuhan nelayan setempat dalam satu bulan. Bahkan dia juga sempat menjadi kemarahan nelayan akibat stok solar tidak mencukupi kebutuhan nelayan.
“Saya harus bilang apa, stok saya di batasi Pertamina. Apa masalahnya saya tidak tahu, pastinya tidak seperti biasanya. Harusnya dapat 10 sekarang dapat 2. Saya sempat koordinasi dengan pihak terkait, namun sampai sekarang tidak ada jawaban,” ujarnya mengeluh.
Ada sebagian pihak menduga, kalau solar subsidi tersebut terindikasi diselewengkan pihak yang tak bertanggung jawab, hanya untuk kepentingan kelompok, pihak nelayan menjadi korban.

Sementara solar bersubsidi di sediakan pemerintah buat nelayan, bukan untuk proyek besar atau perusahaan besar, dengan cara seperti ini secara tidak langsung pihak yang tidak bertanggung jawab ingin membunuh masyarakat nelayan mencari makan, ujar bujang dengan raut muka kesal.

Sementara itu Eddyson Direktur APMS Pertamina Sungai Buluh ketika di konfirmasi, terkait solar subsidi langka kecamatan Daek Lingga mengatakan, memang dalam beberapa hari ini solar sudah tidak ada lagi di APMS dan akan tiba pada sore ini.
“Sampai sore ini, besok agen atau penyalur dari Daik Lingga boleh mengambil disini. Memang akhir-akhir ini solar tidak cukup untuk Kabupaten Lingga,” katanya, Kamis (3/11/17).
Dia beralasan, kuota solar tidak cukup di Kabupaten Lingga, harusnya pemerintah melakukan penambahan kuota. Sekarang kuota solar di Kabupaten Lingga 6000 Kilo liter lebih, jadi perlu ada penambahan.
“Pemerintah harus menambah kuota, karena terlalu banyak rekom yang dikeluarkan, sehingga kuota tidak mencukupi,” imbuhnya.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Bupati Lingga H Muhammad Nuzur diruang kerjanya menuturkan, pada hari Kamis (03/11/17), dia mengaku kalau Bagian Perekonomian mengadakan rapat di One Hotel Dabo Singkep dan membahas masalah BBM di Kabupaten Lingga.
“Kalau secara kuota cukup, selama ini tidak ada masalah, karena 6000 Kilo liter sudah mencukupi untuk Kabupaten Lingga. Waktu rapat di One Hotel, pemilik APMS menyampaikan dua hari lagi solar sudah masuk kembali dan siap kembali di salurkan ke masing-masing agen,” paparnya.
Disinggung masalah kelangkaan, H Muhammad Nuzur belum mendapatkan puncak permasalahan yang melilit nelayan Daik Lingga, kalau untuk di Kecamatan Senayang solar tidak ada masalah.
“Kita akan segera turun bersama tim yang melibatkan Posisi Pamong Praja dan pihak kepolisian untuk memantau langsung permasalahan yang terjadi lapangan sekarang ini,” pungkasnya. (mrs/ihn)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *