Dinas Kebudayaan Bukukan Tradisi dan Budaya Melayu

IMG-20180116-WA0074IL-Upaya dan tekad Pemkab Lingga untuk terus menggali dan mengangkat “batang terendam “, dengan mencatat, menampilkan dan membukukan segala warisan budaya melayu yang sekaligus merupakan tamadun melayu agar tidak hilang bukanlah hanya basa basi.

Upaya itu di tunjukan dengan memproduksi buku buku yang terkait dengan sejarah dan budaya melayu.Untuk tahun 2017, Pemkab. Lingga melalui dinas kebudayaan telah memproduksi sebanyak 4 buah buku, yakni teater bangsawan Lingga, permainan rakyat Kabupaten Lingga, cerita rakyat asal usul nama tempat (toponimi) Kabupaten Lingga dan juga buku tentang Sultan Mahmud Riayat Syah, pahlawan besar yang bergerilya di laut.

“Alhamdulillah, pada tahun 2017 kemaren, kita sudah memproduksikan 4 buah buku. 3 buku budaya dan satu buku Tentang sejarah. kite harus konsisten, selain untuk mengejar targer-target dan sasaran yang ingin dicapai, sebagaimana yg telah dituangkan didalam RPJMD dan rentra juga sebagai upaya kerja keras dan wujud nyata Pemkab Lingga untuk melestarikan budaya  melayu dan sejarah,” Kata M Ishak Kadis Kebudayaan Kabupaten Lingga yang berharap  sekali buku-buku tersebut selain dapat dijadikan bahan bacaan, juga dapat menjadi materi muatan lokal bagi anak-anak sekolah di Kabupaten Lingga.

Kedepan, untuk mempercepat penulisan dan penerbitan buku-buku warisan budaya ,adat dan sejarah Melayu, pihakanya berharap tidak saja dananya di tumpukan dari sumber APBD Lingga, tetapi juga dari APBN dan APBD Provinsi Kepri.

“Untuk hal itu, melalui pak bupati Lingga, kita sudah koordinasi dan surati pemprov Kepri, balai pelestarian nilai budaya Tanjung Pinang dan balai pelestarian cagar budaya batu Sangkar,” ungkapnya yang meyakini dengan banyaknya penerbitan buku sejarah dan budaya budaya Bunda Tanah Melayu ini sangat mmbantu kita didalam pengusulan warisan yang kita miliki sebagai warisan perbendaharaan budaya nusantara.

Selain hal tadi, pada tahun 2017 juga, Dinas ini telah pula menyelenggarakan event  adat dan kebudayaan yang di sebut perhelatan memuliakan tamadun melayu antar bangsa, yang ternyata sangat direspon positif oleh para budayawan dan sejarawan nasional serta negara negara rumpun melayu. Hal ini semua dilakukan sesuai dengan pembentukan dan tujuan dari Pembentukan dinas kebudayaan sebagai organisasi perangkat daerah yang khusus hanya melakukan tugas fungsi di bidang kebudayaan.(j)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *