Pengunjung Museum Linggam Cahaya Meningkat 82,47 %

Keterangan foto : gedung museum Linggam Cahaya Kab. Lingga
Keterangan foto : gedung museum Linggam Cahaya Kab. Lingga

IL-Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga mencatat adanya peningkatan yang signifikan terhadap para pengunjung museum Linggam Cahaya. Adapun faktor pemicu kenaikan tersebut antara lain disebabkan oleh adanya kebijakan Pemkab. Lingga yang menghimbau kepada sekolah-sekolah di Kab. Lingga untuk memanfaatkan museum sebagai sarana edukasi.

Sedangkan faktor lain yang menjadi pemicu meningkatnya jumlah pengunjung museum tersebut yaitu terselenggaranya kegiatan perhelatan tamadun melayu antar bangsa tahun 2017 lalu, dimana salah satu kegiatannya adalah pameran bersama museum yang melibatkan berbagai kelembagaan dan OPD seperti BPCB Batusangkar, Dinas Perpustakaan dan arsip daerah Provinsi Kepri dan lainnya.

Muhammad Ishak selaku Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga menerangkan, “Tahun lalu, jumlah para pengunjung ke museum Linggam Cahaya meningkat pesat. Peningkatannya hingga 82,47% bila dibandingkan pada tahun 2016. Dimana pada tahun 2017 jumlah pengunjung berjumlah 6.858 orang dibanding tahun 2016 yang berjumlah 3.757 orang. Dari jumlah kunjungan tersebut, jumlah kunjungan dari kalangan pelajar meningkat 130,49%, guru dan dosen 90,24% serta umum 82,88%”, terangnya Selasa (27/02/18).

Dia menambahkan, “kedepan kita akan terus menghimbau kepada sekolah-sekolah untuk memanfaatkan museum selain sebagai tempat rekreasi juga sebagai tempat menggali ilmu tentang sejarah dan budaya terutama untuk menjadi bahan ajar muatan lokal”.

“Tamu-tamu yang berkunjung ke museum tidak saja dari dalam daerah, tetapi juga dari luar daerah dan luar negeri. Faktor lain yang mendukung untuk kemudahan berkunjung ke museum adalah lancarnya akses jalan dan adanya kapal roro dari pulau Singkep ke Lingga atau dari kecamatan-kecamatan ke ibukota kabupaten”, tambahnya lagi.

Ia juga menegaskan bahwa, kedepannya dinas kebudayaan Kab. Lingga akan terus berikhtiar untuk meningkatkan tidak saja koleksi museum yang lebih lengkap akan tetapi juga bangunan-bangunan pendukung museum seperti gudang, ruang audio visual dan lainnya yang semuanya harus dibuat dulu perencanaan tekhnisnya sehingga dapat lebih menarik serta para pengunjung akan lebih puas. Termasuk juga pengumpulan dan penerjemahan naskah-naskah kuno/manuskrif, tutupnya.(ihn)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *