Kelapa Puan Kalianda Layak di Budidayakan di Lingga

tengatuel-kelapa-terbaik-dunia-asal-sulut-yang-terancam-punahIL-Kondisi geografis Kabupaten Lingga yang terdiri dari ratusan pulau kecil dan besar memiliki peluang untuk pembudidayaan Kelapa Puan Kalianda (KPK) yang saat ini dikembangkan di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Konsultan Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Alta Veganep mengatakan, Kabupaten Lingga yang memiliki banyak pantai dan dataran rendah sangat cocok untuk budidaya kelapa yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dari kelapa biasanya itu.

“Bisa lah, Lampung yang wilayahnya pantai saja bisa, apalagi Lingga,” kata Alta dihubungi, Selasa (13/03/18).

Dia menjelaskan, di Kepri sendiri, saat ini budidaya Kepala Kopyor masih belum ada. Sehingga, apabila Lingga mengembangkannya, pasti akan dapat menguasai pasar Kelapa Kopyor di Kepri. “Nantinya, Kelapa Kopyor ini bisa diekspor ke Batam. Kalau punya jalur luas, malah bisa ke Malaysia bahkan Singapura,” ujar dia.

Dia mengaku, Kelapa Kopyor saat ini banyak dijual di restoran-restoran ternama. Memiliki level yang berada di atas kelapa muda, Kelapa Kopyor tentu saja menjadi pilihan.

Selain itu, jika dibudidayakan hingga melimpah, Kelapa Kopyor juga bisa menjadi daya tarik wisatawan, seperti turis asing. Hal demikian karena Kelapa Kopyor bisa dijual di kaki lima dengan harga ekonomis. “Pasarnya itu tidak cuma di Lingga, tapi seluruh Kepri. Tinggal minta ke Gubernur jangan ada daerah lain yang ikut budidaya yang sama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Lampung Selatan, Noviar Akmal mengatakan, di Sumatera sendiri, saat ini baru Kelapa Kopyor di Lampung yang diakui. Sedangkan di Jawa, ada tiga lokasi. “Saya belum tahu bagaimana kondisi di Lingga. Tapi, yang jelas Kelapa Kopyor ini cocok untuk dataran rendah dan memiliki banyak pantai,” kata dia.

Saat ini, Lampung Selatan sudah mulai memproduksi bibit Kelapa Kopyor. Bahkan, Sumatera Selatan sudah memeasan sebanyak 20000 bibit Kelapa Kopyor untuk dikembangkan. “Kalau memang Pemkab Lingga mau study banding antara petaninya, kita disini sangat siap,” ujarnya.

Diketahui, Kelapa Kopyor adalah kelainan genetik pada buah kelapa. Ciri kelainan ini adalah daging buah yang empuk atau terlepas dari tempurungnya, jumlah air kelapa sedikit, dan aroma yang khas berbeda dari daging kelapa biasa.

Sejak ditanam hingga Kelapa Kopyor siap panen pertama, hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 4-5 tahun, dimana pada setiap tahun kelapa ini mampu menghasilkan buah kelapa hingga 150 butir kelapa untuk satu pohonnya.

Di daerah Jawa yang menghasilkan Kelapa Kopyor adalah Banten, Jember serta Sumenep. Sedangkan Kelapa Kopyor yang memiliki isi cukup tebal daging buahnya dan khas dari Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.

Hanya ada 4 kabupaten tersebut yang Kelapa Kopyornya sudah disertifikasi oleh Kementan RI.

Saat ini, harga Kelapa Kopyor sangat tinggi, berkisar antara Rp25.000–30.000/butir jika langsung dibeli di kebun. Dengan nilai ekonominya yang jauh lebih tinggi, membuat bisnis budidaya kelapa kopyor sangat menggiurkan.(j)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *