DPRD : Gema Lingga Demo Bela Siapa?

Keterangan foto : Sekwan Lingga Firdaus dengan tenang menghadapi pendemo yang berorasi di depan kantor DPRD Lingga
Keterangan foto : Sekwan Lingga Firdaus dengan tenang menghadapi pendemo yang berorasi di depan kantor DPRD Lingga

IL-Aksi demo LSM Gema Lingga terkait masalah rencana investasi di desa Pulau Batang diduga ditunggangi pihak tertentu. Pasalnya dalam aksi itu, Gema Lingga tidak bisa membuktikan keterwakilannya dari masyarakat dan juga tudingan keterlibatan anggota DPRD dalam rencana investasi yang digugat mereka itu.

Aksi demo itu akhirnya berujung dialog yang dipimpin langsung oleh ketua DPRD Lingga.

Harman salah satu anggota DPRD Lingga menilai aksi yang dilakukan Gema Lingga sangat konyol dilakukan oleh aktivis yang dikatakan mempunyai banyak massa. Karena pada aksi itu LSM Gema Lingga hanya bisa menghadirkan lima massa saja. Lebih aneh lagi, massa meninggalkan halaman DPRD Lingga saat orasi dilangsungkan koordinator Gema Lingga, Zuhardi.

“Saat orasi 3 orang kabur dan 1 orang yang berbadan besar dan tambun tiba-tiba sakit perut langsung ngeloyor pergi dengan alasan mau beli obat dan kembali lagi meninggalkan ketuanya seorang diri bicara tidak jelas ujung pangkalnya,” ucap Harman, Rabu (02/02/18).

Menurutnya dia, aksi ini lebih malu lagi ketika rombongan tokoh masyarakat desa Pulau Batang Kecamatan Senayang datang malah bukan berada dipihak Gema Lingga melainkan berseberangan dengan aksi yang dilakukan.

“Bukankah LSM adalah lembaga swadaya masyarakat yang keberadaannya untuk membela kepentingan masyarakat tanpa pamrih dan selalu dekat serta memberikan iklim yang sejuk kepada masyarakat. Bukan malah ingin maju tak gentar membela yang bayar,” tegas Harman.

Gema Lingga dalam orasi itu tidak bisa membuktikan keterwakilannya sebagaimana surat pemberitahuan yang dilayangkan. Hanya terkesan mengatasnamakan masyarakat desa Pulau Batang, tanpa berkoordinasi terlebih dulu dengan kepala desa dan tokoh masyarakat.

Menurut Harman, lucunya lagi ketua LSM Gema Lingga ini mengancam dan menakut-nakuti kepala desa agar menyuruh tokoh masyarakatnya pulang jangan sampai bentrok dengan massa LSM Gema Lingga. Nanti bisa masuk penjara kalau tidak pulang ke desa.

“Jadi siapa yang diwakilinya. LSM Gema Lingga ini justru malah melakukan intimidasi dan menakut-nakuti tokoh masyarakat desa pulau batang yang datang ke Daik agar kembali ke kampung,” terang dia.

Lebih lanjut, Harman mengatakan saat diajak berdialog. Dengan banyak alasan Gema Lingga mengulur waktu dan meminta Ketua DPRD Lingga dihadirkan untuk memimpin dialog.

Pada kesempatan berbicara juga, Gema Lingga terlihat ngelantur, berbicara terkait konflik yang terjadi di desa Pulau Batang. Sedang masyarakat Pulau Batang yang hadir menegaskan tidak ada konflik dimasyarakat, bahkan kondisi sangat kondusif.

Bahkan tuduhan keterlibatan beberapa anggota DPRD Lingga yang dimaksud oleh Gema Lingga tidak bisa dibuktikan dalam furom yang dipimpin oleh Ketua DPRD Lingga itu. Spontan mendapatkan sorakan oleh tokoh masyarakat desa Pulau Batang yang merasa kesal.

“Sudah wajar tokoh-tokoh masyarakat ini kesal. Kepada siapa masyarakat meminta petunjuk dan arahan jika bukan kepada wakil rakyatnya yang duduk di DPRD Lingga,” cetus dia.

Dengan kejadian ini, pemerintahan desa Pulau Batang beserta tokoh dan seluruh masyarakat pun meminta pertanggungjawaban pihak LSM Gema Lingga untuk datang ke desa dan mengklarifikasi karena telah mengatasnamakan masyarakat desa dalam orasi yang dilakukan.

“Kita juga sedang mencari tau, siapa aktor dibelakang demo itu,” lanjut Harman.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Gema Lingga melakukan aksi orasi menuntut rencana investasi di pulau Batang.(j)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *