Penonton Sepi dan Gangguan Listrik Warnai Pelaksanaan MTQ Hari Kedua

Keterangan foto : Pelaksanaan MTQ ke-VII Provinsi Kepri di kecamatan Singkep Pesisir pada malam kedua terlihat sepi penonton.
Keterangan foto : Pelaksanaan MTQ ke-VII Provinsi Kepri di kecamatan Singkep Pesisir pada malam kedua terlihat sepi penonton.

IL-Ajang musabaqah Tilawatil Qur’an ke-VII tingkat provinsi Kepri di Kecamatan Singkep pesisir, Kabupaten Lingga pada pelaksanaan hari kedua terlihat sepi penonton. Selain itu, insiden gangguan aliran listrik yang mengakibatkan lampu beberapa kali padam juga cukup mengganggu jalannya pelaksanaan acara syiar Islam ini.

“Malam tadi jauh berkurang penontonnye dari malam pembukaan, yang duduk di tenda/tribun aje adelah kurang lebih 50 orang. Penonton itu yang ramainye di bazar sane itu. Mungkin kurang sosialisasi,” ungkap Abdul Karim kepada media ini yang menyaksikan pertandingan baca ayat Al-qur’an malam tadi di arena MTQ Singkep Pesisir, Kamis (10/05/18).

IMG-20180510-WA0011Selain sepi pengunjung dan hanya terlihat ramai di arena bazar, ajang MTQ provinsi Kepri yang berlangsung di Singkep pesisir ini juga diwarnai dengan padamnya aliran listrik beberapa kali saat peserta MTQ sedang bertanding membacakan ayat Al-Qur’an. Hal ini tentu sangat menggangu peserta.

“Yang mati itu listrik PLN, ade bunyi seperti meletop (meledak). Kejadian Sekitar jam 10 malam. Peserta yang nomor enam terpaksa mengulangi lagi malam ini, gara-gara gangguan listrik, acara selesai Kurang dari jam sebelas malam tadi,” ungkapnya lagi.

Sementara itu ketua panitia pelaksanaan MTQ Kabupaten Lingga yang juga menjabat Kabag kesra Jaya Atmajaria ketika di konfirmasi mengakui hal tersebut. Dia berharap nantinya masyarakat dapat meramaikan  ajang MTQ VII Provinsi Kepri di Kabupaten Lingga ini.

“Penonton tidak sepi kalilah. Mereka hanya tidak duduk di tenda/kursi yang telah disediakan. Masyarakat masih terkonsentrasi di area bazar. Mudah-mudahan sisa waktu perlombaan masyarakat antusias menyaksikan tiap perlombaan di astaka utama ataupun di tempat-tempat lain,” Ungkapnya.

Terkait matinya lampu di astaka utama itu disebabkan korsleting arus listrik pada kipas angin dan ini telah diatasi pihak PLN. Peserta yang tampil di saat matinya listrik PLN atas kebijakan dewan hakim tilawah akan tampil malam ini.

“Kita berharap masyarakat Kabupaten Lingga mendukung penuh kegiatan MTQ Tingkat provinsi Kepri ini dengan mendatangi tempat-tempat lomba. Karena kesempatan Lingga menjadi tuan rumah MTQ yang sama, minimal 12 tahun lagi, insya Allah,” jelasnya.

Wakil ketua LAMI Provinsi Kepri Abdul Karim saat dikonfirmasi media ini, sangat menyesali dengan kejadian lampu PLN mati tersebut.(j)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *