Akhirnya, Pencarian Korban Hilang di Desa Mepar Membuahkan Hasil

Keterangan foto : baju yang diduga kuat milik korban
Keterangan foto : baju yang diduga kuat milik korban

IL-Kejadian hilangnya salah satu warga Desa Mepar, Kecamatan Lingga yang bernama Azman (42) sewaktu menimba air dipelantar rumah masih menjadi perhatian masyarakat Lingga. Masyarakat dan instansi pemerintah yang terkait seperti BPBD Kab. Lingga, Satpol PP, anggota TNI-POLRI, perangkat desa dan sebagian besar masyarakat masih berusaha mencari dan menemukan korban.

Setelah 3 hari melakukan pencarian, akhirnya ditemukan beberapa temuan yang diduga kuat merupakan milik pak Azman, seperti pakaian dan tulang belulang.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga Abdul Khatab membenarkan adanya temuan tulang belulang, mulai dari tulang pinggul, tulang paha dan sebagian usus besar yang ditemukan setelah pihaknya dibantu masyarakat saat mencari korban yang diduga diserang buaya di Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga.

“Setelah tiga hari melakukan pencarian, kita menemukan tulang dan usus, yang diyakini potongan tubuh manusia, kuat dugaan tulang dan potongan tubuh tersebut adalah milik Azman (42),” katanya, Selasa (15/05/18).

Kepala BPBD Kabupaten Lingga ini juga mengatakan setelah mendapat laporan adanya warga yang diduga diserang buaya di sekitar Desa Mepar, pihak BPBD Kabupaten Lingga langsung bergerak cepat.

Dari penelusuran di bibir pantai, pihaknya menjumpai baju yang diduga milik Azman. Keesokan harinya pencarian terus dilakukan dan menemukan anak buaya.

IMG-20180515-WA0060“Dengan melakukan penelusuran di bibir pantai dan sejumlah hutan bakau, Alhamdulilah membuahkan hasil,” kata Katap.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Mepar Kamran menuturkan keberadaan buaya yang diduga menyerang Azman membuat resah.

Menurutnya, Azman yang kesehariannya bekerja sebagai nelayan diduga ditarik buaya di bagian kaki dan dibawa binatang pemangsa dengan cepat kedalam laut, hingga tubuh korban tidak dapat ditolong warga.

Saat itu korban menampung air di pelantar rumahnya, tanpa disadari buaya menyerangnya.

“Saat kejadian, korban sempat berteriak, hanya hitungan menit Azman sudah tidak ada lagi menampung air bersih di belakang pelantar rumahnya,” imbuhnya.

Penuturan sejumlah warga lainnya, sebelum kejadian buaya kerap sekali kelihatan di samping rumah korban. Saat itu, kondisi air laut naik pasang, dan berjarak sekitar 40 cm dari pelantar tempat korban menimba air.(ihn)

Add a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *