1,8 Bulan dan Denda 500 Juta Untuk Terdakwa Kasus Ilegal Logging di Desa Resang

Keterangan foto : Ilustrasi
Keterangan foto : Ilustrasi

IL-Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang yang diketuai Hakim Ketua Jhonson FE Sirait, S.H, menjatuhkan vonis 1,8 tahun dan denda Rp 500 juta subsider satu bulan kurungan untuk empat orang terdakwa kasus Ilegal Logging di Desa Resang, Kecamatan Singkep Selatan.

Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan Junaidi, SH, MH Jaksa Penuntut Umum selama 2 tahun penjara dalam sidang Zetting plaat di Dabo Singkep, Senin (22/05/18) malam.

“Oleh Majelis hakim ke empat terdakwa yakni Abd Kadir, Sudirman, Zamhir, Masliadi terbukti bersalah melakukan tindak pidana Illegal Logging. Para terdakwa dikenakan Pasal 83 ayat 1 huruf d UU No 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Para terdakwa dinilai merusak hutan dan ekosistem di sekitar Desa Resang,” kata Jaksa Penuntut, Junaidi kepada wartawan, Rabu (23/05/18).

Menurutnya, unsur-unsur yang memberatkan terdakwa adalah perbuatan para terdakwa dapat merusak hutan dan ekosistem di sekitar Desa Resang, Illegal Logging juga merugikan generasi yang akan datang.

“Sedangkan meringankan, para terdakwa berlaku sopan, belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung terhadap keluarganya masing-masing,” terang Junaidi.

Junaidi menyayangkan tidak hadirnya saksi ahli dari kehutanan dari Provinsi Kepri di persidangan. Selain bisa menjadi reperensi sidang, keterangan saksi ahli ini juga berfungsi untuk menambah ilmu pengetahuan masyarakat terkait kawasan hutan yang bisa atau tidak dimanfaatkan.

“Masyarakat tidak tahu kawasan hutan atau hutan yang bisa dimanfaatkan atau tidak. Bagi masyarakat yang penting dapat makan,” imbuhnya.(j)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *