Berat Meneruskan Pendidikan Keluar Daerah

Keterangan foto : Baharuddin Kepala Desa Busung Panjang, Kecamatan Posek, Kabupaten Lingga
Keterangan foto : Baharuddin Kepala Desa Busung Panjang, Kecamatan Posek, Kabupaten Lingga

Kecamatan Posek Butuh Gedung SMA

IL-Anak Usia sekolah yang sudah menamatkan pendidikan sekolah menengah pertama di Kecamatan Kepulauan Posek selama ini sangat terbebani kalau untuk meneruskan pendidikan ke sekolah menengah atas, pasalnya selain di Kecamatan ini tidak memiliki sekolah SMA, untuk meneruskan sekolah mereka harus ke Kecamatan Singkep atau Singkep Barat yang jarak tempuhnya sangat jauh.

“Kalau mau ke Dabo, Kecamatan Singkep, dari kampung kami naik pompong selama 1,5 jam ke Sungai Buluh, biaya 300 ribu. Habis itu baru jalan darat lagi pakai motor ke Dabo 30 menit degan ongkos PP 100 ribu. Ini sangat berat buat kami, apalagi untuk anak sekolah yang mau masuk SMA,” kata Baharudin Kepala Desa Busung Panjang, Kecamatan Posek.

Akibat jarak tempuh yang sangat jauh dan biaya yang besar, dahulunya banyak anak yang tidak meneruskan sekolah ke tingkat menengah atas.

“Banyak anak sekolah yang tidak meneruskan setelah tamat SMP, ini sangat di sayangkan, ” Ungkap kepala desa lagi.

Dianya merincikan, untuk menyekolahkan anak-anak mereka ke kecamatan lain, orang tua murid harus mengeluarkan  biaya yang sangat besar setiap tahunya. Biaya untuk indekos anak pertahunya  menghabiskan 4,5 juta, dalam masa 3 tahun harus menyiapkan dana 13,5 juta.

“Itu baru biaya untuk kos tempat tinggal saja, belum lagi biaya harian seperti makan, tranportasi biaya pendidikan,” tambahnya lagi.

Kecamatan Kepulauan posek sendiri terdiri atas tiga buah desa yakni, Desa Posek, Desa Suak Buaya dan Desa Busung Panjang. Nantiya jika terealisasi di bangun gedung SMA di sini, muridnya berasal dari tiga desa yang berpenduduk lebih dari 900 kepala keluarga.Informasi yang diterima kepala Desa Busung Panjang,  pada bulan Juli ini sudah di buka kelas jauh untuk Sekolah Menengah Atas didaerah mereka.

“Bulan Juli sudah mulai aktif SMA disini, tapi masih pakai gedung SMP, rencanaya murid SMA siang hari masuk sekolah setelah murid SMP selesai belajar, murid dan gurunya juga sudah ada,” jelas Bahar panggilan Kepala desa Busung Panjang ini.

Masyarakat Kecamatan Posek mengharapkan nantinya pada APBD-P 2018 atau APBD  provinsi Kepri tahun 2019 pembangunan gedung SMA bisa terealisasi didaerah mereka. Untuk memuluskan usulan aspirasi masyarakat ini, segala syarat-syarat dukungan pernyataan yang di tanda tangani dari masyarakat. Guru dan murid sudah dipenuhi. Sementara itu juga untuk lokasi yang disiapkan juga sudah ada di dua tempat

“Bukti pendukung surat tanah dan surat hibah untuk lokasi pembangunan gedung SMA juga sudah ada dan sudah kita serahkan ke anggota DPRD Lingga saat reses ke sini. Kemudian aspirasi warga ini diteruskan ke pemerintah Provinsi Kepri dan juga dinas pendidikan provinsi Kepri. Kita minta pak gubernur dan kepala Dinas Pendidikan provinsi Kepri mengabulkan aspirasi warga ini,” ungkapnya berharap.(j)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *