Kepala Desa Marok Tua Akui ada Kwitansi Pembayaran , Dana Belum

Keterangan foto : Kepala Desa Marok Tua Safarudin
Keterangan foto : Kepala Desa Marok Tua Safarudin

IL-Kepala Desa Marok Tua, Kecamatan Singkep Barat, Safarudin mengakui adanya kwitansi pembayaran uang dari salah satu perusahaan tambang timah yang akan beroperasi di wilayahnya. Namun meskipun begitu kwitansi tersebut telah dibatalkan dan juga uang 200 juta tidak jadi diberikan.

Alasan pembatalan tersebut menurut kepala desa Marok Tua ini karena ada permintaan dari pihak perusahan yang tidak bisa dipenuhi olehnya.

“Kwitansi sempat dibuat dan ditanda tangani dan masih ada sama saya sampai sekarang. Namun kwitansi itu sudah dibatalkan karena pihak perusahaan menilai pembayaran itu hanya personal saja melibatkan saya. Maunya pihak perusahaan selain bukti kwitansi pembayaran juga dilampirkan bukti dukungan masyarakat juga,” katanya menjawab media ini, Selasa (26/06/18).

IMG-20180626-WA0019Dikarenakan tidak adanya bukti dukungan dari masyarakat terkait rencana beroperasinya kapal hisap timah di wilayah Marok Tua, akhirnya pihak perusahaan tidak jadi membayarkan dana 200 juta tersebut kepada kepala desanya.

“Iya karena mereka tidak jadi masuk beroperasi disini juga, makanya dana tidak jadi diberikan. Kalau soal bukti dukungan saya mana berani berikan soalnya permintaan masyarakat kami bukan segitu. Permintaan masyarakat kemaren satu KK dana assalamu’alaikum 30 juta, perbulannya 1 juta dan THR serta bantuan untuk pelaksanaan turnamen olahraga di wilayah kami. Hal ini sudah saya sampaikan namun belum ada jawaban dari pihak perusahaan, sepertinya mereka mundur tidak jadi menambang di sini,” ungkap kepala desa yang mantan BPD ini lagi.

Terkait belum adanya kejelasan rencana penambangan pasir timah di laut Desa Marok Tua ini menurut Safarudin hal ini sangat disayangkan. Pasalnya selain sudah mengantongi izin operasi penambangan dari provinsi Kepri, perusahaan tersebut juga diyakininya akan mendatangkan dampak positif bagi dunia investasi di Kabupaten Lingga.

“Kalau saya pribadi mendukung rencana investasi perusahaan tersebut. Izin mereka sudah ada dari provinsi terus apalagi. Kalau mereka jadi beroperasi di desa kami tentu akan mengurangi tingkat pengangguran bagi daerah juga,” ungkapnya lagi.(j)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *