Lembaga Sensor Film RI Ajak Budayawan dan Seniman Lingga Gali Potensi Lingga Untuk Membuat Film Dokumenter

20180707_231858IL-Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (RI) bekerjasama dengan Pemkab. Lingga melalui Dinas Kebudayaan dengan mensosialisasi Budaya Sensor Film Mandiri di Aula Kantor Bupati Lingga, Kamis (05/07/18).

Kegiatan yang didanai oleh APBN tersebut merupakan salah satu kegiatan yang berada pada lembaga Sensor Film RI oleh Dr Muklis Paeni sebagai Ketua Komisi III Sensor, yang menjadi titik fokus mereka Kabupaten Lingga.

Bupati Lingga H. Alias Wello hadir dalam kesempatan itu mengatakan, “baik secara pribadi ataupun atas nama Pemkab Lingga sangat berterima kasih pada Dr. Muklis Paeni yang terus menerus memperhatikan Kabupaten Lingga”, ungkapnya.

“Beliau ini merupakan salah satu orang yang sangat berjasa dalam keberhasilan pengusulan Sultan Mahmud Riayatsyah (SMRS) sebagai Pahlawan Nasional (Pahnas) Tahun 2017 lalu,” ujar Awe menyampaikan.

Selain dia tergabung dalam tim penyusunan naskah kepahlawanan Sultan Mahmud, dia juga salah seorang masuk dalam Tim Pemberian Gelar Pusat (TPGP) sekaligus di tunjuk sebagai promotor pengusulan SMRS sebagai Pahlawan Nasional.

“Jasa beliau sangat besar, semoga apa yang dibuatnya diterima sebagai amal ibadah. Adanya kesempatan dan peluang ini, kehebatan SMRS perlu di filmkan baik itu layar lebar ataupun infokus,” kata H Alias Wello.

Dr. Muklis Paeni juga mengatakan, kalau segala sesuatu harus memilah dan memilih tontonan film yang baik buat keluarga, jangan sampai ada pengaruh negatif, apalagi terhadap anak.

“Bila yang ditonton itu baik-baik, mendidik dan ada pesan-pesan yang positif, hal itu akan berpengaruh, selain pada karakter dan juga perilaku yang menonton,” paparnya.

Menurut Muklis Paeni, film merupakan media yang dijadikan promosi daerah. Seperti Film Laskar Pelangi untuk layar lebar dan beberapa film dokumenter yang bisa di buat di Daerah-daerah.

“Di Kabupaten Lingga ini banyak sekali objek budaya yang bisa di buat film dokumenter. Pada para seniman dan budayawan harus mampu dapat menggali sebagai potensi untuk di buat film dokumenter,” paparnya memotivasi para seniman yang hadir.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga H. Muhammad Ishak menuturkan, “dia menyadari kemampuan APBD Lingga yang belum memadai, maka perlu berusaha mendapatkan anggaran dari APBN”, terangnya.

“Kita usahakan, dimana fokusnya akan kita buat di wilayah Kabupaten Lingga, seperti yang di sosiliasikan pada hari ini dengan jumlah peserta sebanyak 75 orang,” imbuhnya singkat. (mrs/ihn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *