Anggota DPRD Lingga dan Aktivis Masyarakat Singkep Angkat Bicara Soal Perekrutan CPNS Lingga

Keterangan foto : Anggota Komisi III DPRD Lingga Drs. Norden

IL-Rencana rekrutmen CPNS di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri menimbulkan banyak polemik. Salah satu faktornya yaitu mengenai perekrutan CPNS di Kabupaten Lingga yang pelaksanaannya akan dilakukan di kota Batam. Kekecewaan itu bukan hanya datang dari kalangan para alumni mahasiswa tapi juga masyarakat secara luas.

Dilansir dari halaman web. Batamnews.co.id, beberapa waktu lalu bahwa  “Untuk Lingga, pelaksanaan tesnya akan dilaksanakan di Kota Batam. Kalau untuk pendaftaran, itu tanggal 26 September ini,” kata Kepala Bidang (Kabid) Mutasi dan Informasi Kepegawaian di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Lingga, Bahtiar, (19/09/2018).

Terkait hal ini, anggota komisi III DPRD Kabupaten Lingga Drs. Norden pada media ini mengungkapkan, “situasi masyarakat Lingga saat ini sangat tidak menguntungkan, seperti dalam hal ekonomi. Oleh karena itu Bupati Lingga harus bagaimanapun  caranya pelaksanaan test CPNS ini dilaksanakan di Kab. Lingga. Karena kita tahu kemampuan ekonomi masyarakat Lingga, yang sekarang ini boleh dikatakan tidak baik, jadi kalau anak-anak putra daerah kita yang ribuan ini harus pergi ke Batam untuk mengikuti pelaksanaan test CPNS ini, orang tua mereka ini dibebani lagi dengan biaya untuk keberangkatan anak-anak mereka kesana dan itupun belum tahu juga mereka lulus semuanya. Paling kurang untuk ongkos transportasi saja anak-anak ini harus mempersiapkan uang sekitar Rp. 1 juta, ini sangat membebani masyarakat kita”, ungkap Norden yang juga menjabat sebagai ketua DPC partai PPP Kab. Lingga, Kamis (27/09/2018).

Lanjutnya, “seluruh daerah di Indonesia semuenya tahu bahwasanye tahun ini ade penerimaan CPNS, kenape kita kurang tahu dengan alasan karena kurangnya informasi, sehingga pelaksanaannya harus dilaksanakan di Batam sana disebabkan tak punya anggaran”, ungkapnya lagi.

Selain hal tersebut, lanjutnya lagi, “dari formasi yang telah tersebar juga terlihat tidak mengakomodir secara maksimal kebutuhan daerah. Seperti ada beberapa bidang yang menjadi prioritas bupati Lingga seperti sektor pertanian, peternakan, pariwisata dan perikanan. Seharusnya formasi yang dibuka itu lebih dominan kearah itu”, terang anggota DPRD Lingga periode 2014-2019 ini.

Keterangan foto : Aktivis Masyarakat Singkep Mardian

Ditempat yang sama, Aktivis Masyarakat Singkep Mardian juga mengungkapkan kekecewaannya, “kalau kita ingat saat pelaksanaan penerimaan cpns pada tahun 2014 lalu itu memakan pembiayaan yang dikeluarkan daerah sangat kecil dikarenakan beberapa kelengkapan itu hanya sifatnya pinjaman. Seperti kelengkapan sarana komputer yang dipinjam dari pihak sekolah (Sma dan Smk) dan untuk akses internet dengan kapasitas tinggi juga sifatnya gratis. Semua pelaksanaannya tidak menggunakan sistem lelang pengadaan namun hanya menggunakan sistem penunjukkan langsung (PL) dengan demikian berarti banyak sekali hal yang sifatnya efisien dan kemudahan. Hal ini didapati berdasarkan bincang bincang saya dengan mantan kadis. BKD yang lalu”, terang Mardian, Kamis (27/09/2018).

“Intinya kita berharap eksekutif dan legislatif dapat duduk bersama mengatasi akan hal ini. Semuanya demi putra-putri daerah kita dan penerimaan CPNS ini setelah tahun 2014,  baru tahun ini diadakan. Jadi inilah masa dan kesempatan yang bagi putra-putri daerah untuk mengabdi didaerahnya. Kita sangat menyayangkan kesempatan yang ada karena kalau kita kembali ke dasar pembentukkan kabupaten salah satunya yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Hal ini sudah berlawanan. Letaknya kalau anak putra tempatan Lingga ikut tes di Batam tentunya dalam sisi pengeluaran ekonomi itu sangat besar. Sementara di Lingga saat ini lapangan pekerjaan itu sangat minim ditambah lagi dengan pelaksanaan di luar Lingga tentunya dalam sisi penilaian peserta kita bisa kecolongan dan tidak menutup akan terjadi indikasi KKN”, tutup Atak sapaan akrab Mardian yang juga merupakan salah seorang yang tergabung dalam Tim Sukses Awe-Nizar.(ihn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *