Alias Wello ; Konsorsium China Tertarik Bangun Tambak Udang dan Ikan di Lingga

 

IL-Sesuai dengan komitmen pemerintah Kabupaten Lingga pada tahun 2018 sebagai tahun investasi, baru-baru ini telah disepakati kerjasama antara pemerintah Kabupaten Lingga dan sebuah perusahaan konsorsium dari Tiongkok untuk mengembangkan tambak udang dan keramba ikan di laut. Selain itu, investor ini juga tertarik mengelola Kolong (waduk) bekas galian timah untuk budidaya ikan air tawar.

Rencana kerja yang dipaparkan Bupati Lingga H. Alias Wello ini sudah disepakati oleh kedua belah pihak di Batam baru-baru ini. Bahkan exsen pekerjaan akan segera dimulai pada akhir tahun ini.

” Segala proses perizinannya di kita sudah berjalan saat ini dan Desember ini nanti mereka maunya udah exsen di lapangan,” ungkap Bupati Lingga H. Alias Wello dalam rapat koordinasi teknis pembangunan yang melibatkan seluruh instansi OPD, Kepala Desa dan Tokoh masyarakat di Gedung Nasional, Senin (08/10/2018).

Keterangan foto : Kolong (waduk) bekas galian timah di pulau Singkep

Menurut Awe panggilan Bupati Lingga ini, kesepakatan untuk rencana investasi tambak udang yang bernilai triliunan ini sudah terealisasi dengan penandatanganan investasi di Batam. Pemerintah Kabupaten Lingga di wakilkan oleh BUMD. Komitmen investasi  tambak udang ini akan memakai area yang sangat  luas di laut Kabupaten Lingga.

“Rencana awal tambak undang di Desa Maroko Tua, Kecamatan Singkep Barat sekitar 1000 hektar. Untuk mendukung keberlangsungan budidaya ini, mereka akan bangun. Juga industri pakan ikan,” tambahnya lagi.

Selain hal yang dipaparkan yang tadi, beberapa kesepakatan dengan investor juga sudah dilakukan pemerintah Kabupaten Lingga. Salah satunya terkait pengembangan budidaya kramba ikan di laut dan daratan Pulau Singkep.

“Kemudian ada rencana pembangunan tambak ikan keramba di laut lepas. Jaraknya nanti dari pantai berkisar 5 sampai 7 Mil. Untuk rencana ini ada tiga titik yang saye rekomendasikan yakni salah satunya diperairan Pulau Berhala, Batu Belobang dan Bakong, mereka sudah vloting  1000 hektar,” ungkap Awe.

Sementara itu hal yang membuat Bupati Lingga ini lebih  bersemangat adalah, adanya rencana dari para investor yang akan mengembangkan keramba ikan di laut ini, untuk memanfaatkan eks kolong (waduk) bekas galian perusahaan timah. Ini nantinya untuk pengembangan budidaya ikan air tawar.

” Sudah survey dan mereka minta data kolong bekas timah ini untuk nanti di kembangkan ikan air tawar di sini,” jelasnya yang berpesan kepada kepala desa, agar nantinya ketika investasi ini sudah mulai bergerak di wilayah mereka didukung dengan menyiapkan BUMDes milik desa masing-masing.(j)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *