Air Bekas Galian Tambang Pasir Cemari Laut, DPRD Lingga Tinjau Langsung ke Lokasi

Info (Lingga)- Adanya Dugaan pencemaran lingkungan di Kecamatan Selayar, akibat tanggul yang jebol dari aktivitas tambang pasir oleh PT. DBS (Dabo Bangun Sukses) dan PT. DPJ (Deva Panjang Jaya), Ketua DPRD Lingga, Ahmad Nasiruddin bersama wakil ketua DPRD serta beberapa anggota DPRD Lingga yang berjumlah lebih kurang sembilan orang langsung turun meninjau lokasi tambang, Kamis (28/05/2020).

Setibanya di lokasi, Ketua DPRD Lingga langsung menemui pihak perusahaan serta masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi terkait permasalahan yang terjadi.

Sementara itu, dilokasi juga hadir pihak dari Dinas Lingkungan Hidup Kab. Lingga, Pihak Kecamatan Selayar, Aparat desa, Ormas/LSM serta aparat keamanan baik dari Babinsa maupun Bhabinkamtibmas.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Lingga, Ahmad Nasiruddin yang melakukan pemantauan di lokasi pertambangan menegaskan, pihak perusahaan harus bertanggung jawab terkait dugaan pencemaran dan meluapnya air bekas galian pasir hingga mencemari laut di daerah tersebut.

Air limbah bekas galian tambang pasir yang mencemari lingkungan di

Ketua DPRD Lingga juga meminta pihak perusahaan agar cepat menyelesaikan permasalahan yang terjadi serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat yang terdampak.

“Kita minta pihak perusahaan agar segera bertanggung jawab terkait masalah ini, apalagi terhadap masyarakat yang menerima dampak dari kejadian pencemaran ini, yang dalam hal ini para nelayan,” jelas ketua DPRD Lingga.

air bekas galian tambang yang mencemari lingkungan

Ketua DPRD Lingga juga meminta pihak perusahaan agar segera mencari solusi yang tepat dan cepat untuk mengatasi tanggul yang jebol tersebut, agar ketika kedepannya terjadi hujan yang begitu deras, tanggul tersebut tidak rusak lagi dan kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

Baca juga: https://infolingga.net/perusahaan-tambang-pasir-di-selayar-cemari-laut-dengan-air-bekas-galian-pasir/

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga, Nirmansyah mengatakan, “Jadi karena hujan lebat jadi daerah yang tergenang air atau daerah bekas galian atau kerukan di lokasi PT. pasir tidak bisa menampung air lagi. Kalau tidak bisa menampung air ya meluap perginya kelautlah, permasalahnya itu,” jelas kadis DLH.

Ketika diminta penilaian terhadap kerugian dan juga dugaan adanya pencemaran di laut Kecamatan Selayar, hal ini diakui ada oleh kepala Dinas Lingkungan Hidup Lingga ini.

“Kalau pencemaran lingkungan ekosistem di laut jelas ada. Karena air dari darat yang bercampur pasir ini sudah turun kelaut. Cuman berapa parah kadar pencemarannya itukan ada ukurannya kita belum tahu. Hari ini kita baru turun ke sana,” tambahnya lagi.

Pantauan media di lapangan, pencemaran pada lokasi laut ini terlihat pada lingkungan daerah tersebut, terutama pada perubahan air laut yang terlihat keruh yang merupakan tempat lokasi sumber mata pencaharian masyarakat nelayan sehari-hari.

Kedua perusahaan tambang pasir ini berlokasi di Desa Pantai Harapan Kecamatan Selayar, sedangkan satu lagi di Desa Penuba Timur, Kecamatan Selayar.(ihn)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *