Akhirnya, Pelaku Penyerangan Rumah Pengusaha Kapal Dabo Diamankan Polisi

Pria yang diduga telah melakukan penganiayaan dan pengrusakan rumah serta mobil milik Ferdy Lesmana alias Ameng

Info (Lingga)-Kapolsek Dabo Singkep, Iptu. Fredyanto membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang pria yang diduga telah melakukan penganiayaan dan pengrusakan rumah serta mobil milik Ferdy Lesmana alias Ameng (52) warga Jalan Hanglekir, Pertanian, Kelurahan Sungai Lumpur, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, namun meski demikian Kapolsek masih belum menetapkan pria tersebut sebagai tersangka.

‘’Kita masih dalam proses lidik, dan kita belum tetapkan tersangka,’’ terang mantan Kanit Laka Lantas Poltabes Barelang ini Minggu (20/12/2020).


Baca juga :


Ditambahkan Iptu. Fredyanto, selain mengamankan pria tersebut saat ini pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan oleh pria itu untuk melakukan pengerusakan dirumah Ameng.

Kondisi mobil Ameng usai di teror pihak tak bertanggung jawab

Kapolsek menerangkan pihaknya tetap akan memproses masalah tersebut dan saat ini pihaknya masih meminta keterangan dari sejumlah saksi, sambil mengamankan sejumlah barang bukti.

‘’Sebetulnya antara Ameng dan pelaku masih ada hubungan keluarga, orang itu tidak kita tahan karena masih proses dan lidik,’’ imbuh Kapolsek.

Pantuan dilapangan sebuah Motor Trel warna merah tanpa nomor polisi dan mobil mobil Pick Up warna hitam yang diduga digunakan pria tersebut untuk melakukan pengrusakan dan penganiayaan di rumah Ameng tampak terparkir di halaman Mapolsek Dabo Singkep.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ferdy Lesmana alias Ameng (52) salah seorang pengusaha kapal di Dabo Singkep dianiaya dan mobilnya dirusak Rabu (16/12/2020) sekitar pukul 19.30 Wib.

Pada sejumlah wartawan Ameng mengaku mengenal pelaku penganiayaan dan pengerusakan mobil serta pagar rumahnya, hingga akhirnya Ameng melaporkan pada pihak yang berwajib.

Namun Ameng merasa kesal sebab polisi hingga saat ini masih belum melakukan penangkapan terhadap pelaku tersebut hingga mengakibatkan dirinya dan keluarganya menjadi cemas apabila ada penyerangan lagi.

‘’Kemarin kita sudah melaporkan pada pihak yang berwajib, saya berharap polisi dapat secepatnya menangkap pelaku penyerangan yang membuat keluarga saya resah, istri dan anak saya masih trauma dengan kejadian tersebut, karena saat rumah itu diserang pertama kali, hanya ada istri dan anak saya didalam rumah itu,‘’ tutur Ameng. (Jef)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *