Dinas Pendidikan Kab. Lingga Lakukan Suvervisi ke Sekolah SD 011 Senempek, Junaidi : Kepala Sekolah Akan Kita Mutasi Dalam Waktu Dekat

Keterangan foto : SD 011 Senempek

Info (Lingga)- Dinas Pendidikan Kab. Lingga melakukan supervisi langsung ke Sekolah SD 011 Senempek, Desa Limbung, Kec. Lingga Utara, Selasa (04/02/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lingga, Junaidi Adjam saat dikonfirmasi media infolingga.net membenarkan kegiatan tersebut. Hal ini terkait dugaan kepala sekolah SD 011 Senempek yang jarang masuk kantor atau indisipliner.

“Kami sudah melakukan supervisi ke lapangan. Pada prinsipnya Kepala Sekolah tersebut tetap melaksanakan tugasnya,” ungkap Kadis Pendidikan, Selasa (04/02/2020).

Junaidi juga mengungkapkan bahwa rumah kepala sekolah tersebut berdekatan dengan sekolah, namun dalam waktu dekat kepala sekolah tersebut akan dimutasi.

Hal tersebut dikarenakan kepala sekolah SD 011 Senempek hanya menyandang gelar A.ma.pd. (D2) dan telah melanggar aturan Permendikbud No 6 tahun 2018.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan ada Mutasi Kepala Sekolah. Karena ada beberapa Kepala sekolah yang non. S1 akan diganti dengan persyaratan yang telah ditentukan sesuai Permendikbud No 6 tahun 2018, Tindakan dengan cara mutasi/menjadikan kepala sekolah menjadi guru biasa.,” terang Junaidi.

Untuk diketahui, aturan terkait jabatan kepala sekolah telah tertuang dalam aturan Permendikbud No. 6 tahun 2018 yang berbunyi, Guru dapat menjadi bakal calon Kepala Sekolah apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi paling rendah B;

memiliki sertifikat pendidik;
bagi Guru Pegawai Negeri Sipil memiliki pangkat paling rendah Penata, golongan ruang III/c;

pengalaman mengajar paling singkat 6 (enam) tahun menurut jenis dan jenjang sekolah masing-masing, kecuali di TK/TKLB memiliki pengalaman mengajar paling singkat 3 (tiga) tahun di TK/TKLB;

memiliki hasil penilaian prestasi kerja Guru dengan sebutan paling rendah “Baik” selama 2 (dua) tahun terakhir;

memiliki pengalaman manajerial dengan tugas yang relevan dengan fungsi sekolah paling singkat 2 (dua) tahun;

sehat jasmani, rohani, dan bebas NAPZA berdasarkan surat keterangan dari rumah sakit Pemerintah;

tidak pernah dikenakan hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

tidak sedang menjadi tersangka atau tidak pernah menjadi terpidana; dan
berusia paling tinggi 56 (lima puluh enam) tahun pada waktu pengangkatan pertama sebagai Kepala Sekolah.
(Ihn)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *