Dua Warga Nelayan Hilang di Telan Ombak

IL-Dua  warga kampung baru bernama Aan (32 tahun) dan Malang (16 tahun) lenyap ditelan ombak saat mengumpulkan kayu di pinggir pantai Todak Desa Batu Berdaun Kecamatan Singkep pada Kamis (13/06/2019).
Dari keterangan saksi yang selamat dari serseretan ombak bernama Rama (19 tahun), tragedi bermula mereka ber 6 orang berhasrat mengumpul kayu yang hanyut bertebaran di pinggir pantai.
“Kami 6 orang yakni saya, Abas (35 tahun), Dimas (24 tahun), Alja (20 tahun), Aan dan keponakannya bernama Malang, memungut kayu yang bertebaran hanyut dan mengumpulkannya saat itu air laut masih surut kering kurang lebih 50 meter dari bibir pantai. Kami tidak sadar jika air sudah pasang setinggi kurang lebih 1 meter, dan ada ombak besar yang menyeret kami. Kami kemudian berusaha untuk naik ke pinggir pantai namun ombak menyeret dua orang dari kami, yakni Aan (32) dan Malang, ” terang Rama.
Tambahnya, semula Malang sudah bisa lepas dari ombak namun dikarenakan dia melihat Aan meminta tolong, Malang langsung menyusul Aan untuk menolong. Namun malang juga turut tertelan ombak dan menghilang ke dalam air.
” Kami ber 4 juga mencoba untuk membantu namun tidak terjangkau lagi, ” ujar Rama.
Lanjut Rama, mereka ber 4 berusaha ke tepi pantai dan mengambil sampan yang berada di pinggir pantai namun juga tidak dapat menolong karena ombaknya terlalu besar.
“Kemudian kami berusaha mencari pertolongan dengan menghubungi pihak kluarga dan masyarakat di sekitaran lokasi, ” jelas Rama.
Kapolres Lingga AKBP. Joko Adi Nugroho beserta jajarannya setelah mendapat kabar tersebut lansung turun ke lokasi terjadinya musibah untuk melakukan pencarian.
Pencarian juga dilakukan oleh Pol Airud, Satpol PP dan Damkar, Basarnas, Lanal Dabosingkep, Koramil Dabo dan elemen masyarakat.
Karena ombak yang cukup besar pencarian hanya dapat dilakukan di bibir pantai. Hingga malam Jumat ini(14/06/2019)  pencarian masih dilakukan.
Terkait kejadian tersebut, Arifin Kepala Dusun 3 Desa Batu Berdaun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat di bibir pantai.
“Memang saat ini ombak lagi kurang bersahabat alias lagi musim angin Selatan. Biasanya saat berhembus angin selatan ini ombak memang sangat besar bisa mencapai 2 meter. Dan daerah laut pantai Todak Sungai Buntu ini lautnya banyak terdapat palung laut. Untuk saya mengimbau masyarakat untuk berhati-hati,” ujar Arifin yang juga berprofesi sebagai nelayan.(ihn)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *