Dugaan Jual Beli Hutan Negara

Keterangan foto : peta lokasi rencana penambangan PT. SS di Tanjung Irat
Keterangan foto : peta lokasi rencana penambangan PT. SS di Tanjung Irat

PT. SS Keluarkan Dana Milyaran di Tanjung Irat

IL-Dugaan jual beli lahan hutan negara yang di klaim sebagai lahan kebun nyatanya melibatkan dana Milyaran rupiah untuk investasi penambangan pasir PT. SS di Desa Tanjung Irat yang sampai saat ini semakin kisruh. Pasalnya meskipun pihak perusahaan sudah mengucurkan dana lebih 2 Milyar namun “menguap” tidak sampai ke tangan masyarakat.

Sebuah sumber yang mengetahui secara persis duduk permasalahan yang sampai saat ini menggantung di Tanjung Irat menyebutkan, awalnya PT. SS berencana akan beroperasi menambang pasir darat di Desa Tanjung Irat tahun lalu. Rencana investasi ini sudah di dudukkan dengan warga yang katanya memiliki lahan dan juga oknum aparat desa di daerah tersebut.

“Sampai sekarang rencana investasi itu masih menggantung, soalnya warga yang merasa punya lahan protes tidak menerima ganti rugi, uang untuk bayar lahan tanah tidak sampai. Sementara informasinya pihak perusahaan yang mengurus Mr SA Perwakilan dari AL sudah mengeluarkan dana kurang lebih 2 sampai 5 milyar untuk membayar lahan yang di kapling oknum aparatur desa dan tim masuk dalam kawasan penambangan pasir nantinya. Namun belum jelas mengapa uang tersebut tidak sampai kepada warga yang sudah mengkapling lahan di lokasi yang akan dijadikan penambangan,” ungkap sumber ini yang minta namanya tidak di publikasikan.

Keterangan foto : salah satu lokasi penambangan pasir di Desa Tanjung Irat
Keterangan foto : salah satu lokasi penambangan pasir di Desa Tanjung Irat

Sementara itu kemana dana lahan yang sudah dikeluarkan oleh PT. SS ini masih menjadi tanda tanya. Pasalnya saat awal rencana PT. SS akan berinvestasi, mereka selalu berhubungan dengan oknum ketua TIM yang dibentuk serta oknum aparatur desa dari tingkat tertinggi yakni Kepala Desa ke bawah. Mereka inilah yang biasanya menguruskan rencana investasi sampai ke pengukuran lahan (kapling) yang akan dibayar dan juga dana yang sudah dikeluarkan.

“Jadi yang dituntut sama beberapa orang warga ini sekarang, kemana dana kompensasi lahan mereka menguap. Soalnya dari awal rencana investasi, oknum-oknum aparatur desa inilah yang menjadi perpanjangan tangan pihak perusahaan. Patut diduga dana lahan warga ini memang ” menguap” Soalnya sempat juga warga dikasi uang assalamualaikum sebesar 2 juta namun ditolak. Soalnya mereka tahu uang lahan sudah cair. Uang assalamualaikum ini kemaren rencananya mau dikasi agar warga tak ribut saja,” kata sumber ini lagi.

Soal klaim lahan dalam jumlah yang luas yang katanya milik segelintir warga untuk rencana investasi perusahaan pasir ini juga masih diragukan ke absahannya. Menurut sumber infolingga.net ada keterlibatan oknum petinggi aparat desa Tanjung Irat dalam menerbitkan surat tanah secara massal guna mendukung rencana investasi perusahaan tambang pasir PT. SS. Modusnya dengan membuat surat tanah sporadik sebagai lahan kebun.

“Yang saya tahu lokasi yang akan dijadikan penambangan PT. SS ini lahan kebunnya sedikit, sedangkan sisanya adalah hutan  lepas. Sepertinya ada pemalsuan dokumen surat tanah dengan merubah seluruh kawasan yang akan dipakai sebagai lahan kebun warga. Siapa lagi yang bisa melakukan ini? Kita taulah semua,  ” jelasnya lagi.

Sementara itu kasus jual beli lahan negara di Desa Tanjung Irat, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga ini sempat ” mampir ” di Kejaksaan dan Juga kepolisian . Namun sampai saat ini belum terdengar kelanjutannya. Pihak-pihak terkait seperti Perwakilan PT Semarak Sejati (SS) yang coba dihubungi oleh media ini untuk dimintai konfirmasi belum ada yang bisa memberikan keterangan terkait kebenaran informasi yang di rilis.

Dua orang yang diduga mengetahui secara pasti informasi kebenaran aktifitas jual beli lahan dan ” Amblasnya” milyaran dana investor PT. SS Milyaran rupiah saat ini sedang menjalani sidang di pengadilan Tipikor Tanjungpinang dalam soal kasus korupsi dana DKTM Desa Tanjung Irat, sepertinya akan susah untuk dimintai keterangan karena sedang sibuk menjalani perkaranya. Sementara itu pelaksana tugas kepala Desa Tanjung Irat Amren juga belum sempat menjelaskan perkara tersebut dengan alasan masih sibuk dengan aktifitas kedinasannya.(j)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Infolingga

Media Informasi dan Hiburan Seputar Kepri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *