LAM Kabupaten Lingga Buka Pelatihan Keterampilan Pada Organisasi Perempuan

Info (Lingga)- Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kabupaten Lingga gelar pelatihan keterampilan tata boga bagi perempuan pada kegiatan pembinaan organisasi perempuan Kabupaten Lingga, di Gedung LAM Lingga, Rabu (09/10/2019).

Kegiatan pelatihan keterampilan dan pembinaan ini ialah untuk meningkatkan keterampilan dan menambah wawasan pengetahuan perempuan dalam berkreatifitas di Kabupaten Lingga.

Dalam sambutannya Wakil Ketua I BKOW Provinsi Kepri Dra. Rizawati Bachron mengatakan anggota BKOW yang terdiri para wanita, bukan berarti tidak memiliki peran dalam pembangunan daerah.

“Masih bisa berkontribusi melalui berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan. Bidang pendidikan, kesehatan dan sosial di tengah masyarakat, serta dapat bermanfaat sesuai dengan masing-masing bidang yang ada di BKOW Kepri” tutur dia.

Ditambahkannya, BKOW Kepri akan terlibat langsung memberikan saran dan kritik bagi Pemerintah Provinsi Kepri dengan menggandeng BKOW tingkat kabupaten-kota di Kepri.

“BKOW juga memiliki beberapa kegiatan seperti melakukan bakti sosial dan kunjungan ke lapas dan rehabilitasi narkoba untuk mengadakan pembinaan dalam keterampilan ini” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua LAM Kabupaten Lingga Datok H. M Ishak mengucapakan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BKOW provinsi yang telah merespon permintaan LAM Kabupaten Lingga untuk mengadakan pelatihan tata boga dan juga keterampilan lainnya.

“Alhamdulillah dari Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga, kami telah membuat sebuah buku tepuk tepung tawar. Dan itulah yang menghantarkan bapak Plt. Gubernur kita bersanding dengan Menteri Dalam Negeri mendapatkan predikat Warisan Tak Benda Indonesia Kepulauan Riau” sebut Datok Ishak ini.

Selain itu dia juga menambahkan, LAM Lingga juga telah membuat beberapa buku diantaranya tentang kue mueh pengantin dan tata cara berandam.

“Dan buku yang terbaru sedang di proses yakni buku tata cara menggunakan baju kurung, ini lagi tahap proses pembuatan” jelasnya.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Lingga Maraatusholiha M. Nizar juga berharap dan ingin produk masyarakat ini memiliki nilai jual dan itu tentunya untuk tambahan ekonomi ibu- ibu yang ada di Kabupaten Lingga ini.

“Saya sangat mengharapkan peningkatan terhadap keterampilan perempuan sehingga bisa menghasilkan tambahan ekonomi sendiri” harapnya

“Semoga bisa mengikuti kegiatan ini dengan sama-sama dan sungguh-sungguh, agar supaya apa yang diharapkan LAM Kabupaten Lingga ini terhadap pembuatan kue pengantin sesuai dengan harapan kita semua juga” tambahnya memberi semangat kepada para peserta yang mengikuti pelatihan tersebut.

Diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 8 kelompok peserta yang masing-masing terdiri dari 5 orang per kelompok dari perwakilan masing-masing desa dalam wilayah kecamatan Lingga, Lingga Timur dan Lingga Utara.

Hadir pada kesempatan ini, Ketua LAM Lingga, Ketua GOW Lingga, Wakil Ketua I BKOW Provinsi, Narasumber lokal Kabupaten Lingga dan seluruh peserta pelatihan.(ihn)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *