Lingga Masih Kirim Sampel Ke Batam, Aktivis Lingga, Mardian : Jadi, Pengadaan Peralatan PCR 850 Juta itu Kemana?

Aktivis Kab. Lingga, Mardian

infolingga.net -Aktivis Kab. Lingga, Mardian angkat bicara terkait sampel yang dikirim oleh Pemkab. Lingga ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Batam, bukan karena hasil dari pemeriksaannya namun karena Kab. Lingga seharusnya sudah memiliki alat Peralatan polymerase chain reaction (PCR) tersebut. Ia pun bertanya, Jadi, Pengadaan Peralatan PCR yang bernilai sebesar 850 juta oleh Dinas Kesehatan Kab. Lingga itu kemana?.

Baca juga :

Cegah Corona, Bupati Lingga Imbau Tempat Wisata Ditutup

Mardian mengungkapkan, “seharusnya saat ini kita, Kabupaten Lingga sudah tidak perlu lagi mengirimkan sampel ratusan warga Lingga tersebut ke BTKL Batam, pasalnya tahun ini kita tahu bahwa Pemkab. Lingga melalui Dinas Kesehatan sudah menganggarkan anggaran sebesar 850 juta untuk pembelian peralatan PCR tersebut,” ungkap Atak sapaan akrab Mardian dengan nada geram saat dikonfirmasi infolingga.net, Minggu (16/05/2021).

Alat test polymerase chain reaction PCR, foto : istimewa

Atak melanjutkan, “jadi, sekarang kita bertanya, kemana anggaran itu, mengapa hingga hari ini peralatan tersebut belum juga dibeli, kegiatan itu belum juga di lelang dan direalisasikan, padahal saat ini kondisi sudah semakin gawat, jumlah kasus positif Covid-19 saat ini semakin meningkat tajam dan ini juga sudah hampir masuk pertengahan tahun 2021,” ungkap Atak lagi.

Atak juga mengatakan akan terus memantau perkembangan pengadaan peralatan PCR tersebut, dimana hingga hari ini pekerjaan tersebut masih belum direalisasikan.

“Kami pastikan, kami akan pantau terus, sampai dimana, dan kapan barang itu akan segera hadir di Lingga sehingga kita tidak perlu lagi mengirim dan menunggu berhari-hari hasil pemeriksaan sampel tersebut oleh BTKL Batam, kita sangat berterima kasih kepada BTKL Batam karena ikut membantu Pemkab. Lingga dengan hasil pemeriksaan itu, namun hari ini, seharusnya kita bisa periksa sendiri sampel itu dan tidak perlu memakan waktu berhari-hari serta hasilnya bisa kita ketahui dengan segera,” ujar Atak.

“Jangan sampai kegiatan ini belum dikerjakan karena ada tujuan tertentu dan ada permainan di dalamnya, karena kita ketahui bersama, untuk PPTK dan KPA dalam kegiatan tersebut sudah jelas orangnya, sudah ditetapkan, jadi harus menunggu apalagi, tolong, kita harus bekerja sama, bekerja cepat, sama-sama kita kita selamatkan Kabupaten Lingga ini dari virus Covid-19 ini,” tegas Atak.

Atak juga meminta kepada pihak-pihak terkait untuk ikut memantau perkembangan terkait pengadaan peralatan polymerase chain reaction (PCR) ini.

“Kita berharap, pihak-pihak terkait baik itu Kepolisian dan Kejaksaan ikut memantau perkembangan dari setiap kegiatan terutama yang berhubungan dengan kesehatan dan kepentingan dalam mencegah penyebaran Covid-19 ini,” harap Atak yang juga menjabat sebagai ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lingga.

Diketahui, PCR adalah singkatan dari polymerase chain reaction. PCR merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus. Uji ini akan didapatkan hasil apakah seseorang positif atau tidak SARS Co-2.

Dibanding rapid test, pemeriksaan RT-PCR lebih akurat. Metode ini jugalah yang direkomendasikan WHO untuk mendeteksi Covid-19. Namun akurasi ini dibarengi dengan kerumitan proses dan harga alat yang lebih tinggi. Selain itu, proses untuk mengetahui hasilnya lebih lama ketimbang rapid test.

Sementara itu, untuk saat ini, Kasus positif Covid-19 di kabupaten Lingga meningkat Pesat, dengan penambahan 30 kasus baru, jumlah kasus aktif sebanyak 142 kasus, sembuh 78 orang dan meninggal dunia 5 kasus. (Red)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Infolingga

Media Informasi dan Hiburan Seputar Kepri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *