Pemkab. Lingga Terima Bantuan Alat Musik Melayu dari BRK capem Daik

Info (Lingga)– Pemkab. Lingga menerima satu set alat musik Ghazal dari Bank Riau Kepri (BRK) Capem Daik Lingga di Gedung Lembaga Adat Melayu Kabupaten Lingga, Senin (30/09/2019) sore.

Penyerahan secara langsung dari Kepala BRK Daik, diterima Sekda Lingga mewakili Bupati Lingga dihadiri Ketua LAM Kepri Kabupaten Lingga, Datok Sri H. Muhammad Ishak dan pengurus serta OPD.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rokhim Kepala BRK Capem Daik Lingga menuturkan, kalau bantuan yang mereka berikan dari dana CSR BRK yang memang setiap tahun diserahkan ke Pemkab Lingga.

Katanya lagi, melalui laba yang didapatkan mereka memberi bantuan melalui CSR tetap bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti satu set alat musik Ghazal untuk Pemerintah Kabupaten Lingga.

“Melalui CSR, sudah beberapa kegiatan kami berikan setiap tahunnya, bantuan pesantren, suatu/masjid, dua unit ambulance, tambak udang serta beberapa kegiatan lainnya, seperti alat musik ini,” ungkapnya.

Kali ini, BRK untuk mendukung kemajuan Seni Budaya Melayu di Kabupaten Lingga. Pengakuannya bantuan tersebut memang perjalanan waktu yang panjang sehingga bantuan dapat terealisasi pada pada hari ini.

“Di sini kami menghidupkan kembali Budaya Melayu yang amat dikenal di luar sana, karena sebagian besar adat Melayu ini diambil dari Bunda Tanah Melayu sebagai rujukan,” papar dia.

Dia menyebutkan, satu set alat musik Ghazal seharga Rp 120 juta, ke depan dia berjanji akan kembali membantu melalui dana CSR untuk kegiatan lain.

Sekda Lingga Juramadi Esram menyanjung BRK, setiap bantuan yang diberikan sangat luar biasa sekali bahkan hubungan dengan Pemkab Lingga sangat baik sekali, bahkan segala urusan dengan BRK sangat mudah sekali.

“Atas nama Pemkab. Lingga kami berterimakasih sekali atas partisipasi BRK, dalam melestarikan tradisi Melayu melalui alat musik Ghazal yang akan di serahkan,” kata Juramadi.

Dia mengatakan, musik Ghazal ada di kabupaten/kota terutama di Kepulauan Riau. Harapannya setiap ada acara pemerintahan dapat ditampilkan musik Ghazal yang sudah menjadi bagian dari musik atau kesenian Melayu.

“Ghazal itu identik dengan Melayu. Kita berharap apapun jenis kesenian Melayu, harus ada di Lingga, karena Kabupaten Lingga Bunda Tanah Melayu adalah rujukan adat dan tradisi. Kalau pak Dul tak keberatan, bolehlah beri lagi,” imbuh Sekda Lingga.

Ketua LAM Kepri Kabupaten Lingga Datok Sri H Muhammad Ishak, sangat mengapresiasi sekali atas bantuan yang di berikan BRK Capem Daik berupa alat musik Ghazal pada Pemkab Lingga.

Dia mengaku lega dengan adanya dana hibah dari Pemkab Lingga untuk mendukung visi bupati, yang tidak saja untuk adat dan budaya tapi bidang ekonomi yang sempat mereka buat bertajuk Mencipta Saudagar Melayu.

“Pemda memberi motivasi yang luar biasa sekali pada kami. Perlu pak sekda ketahui, kami juga menerima dana CSR dari Pertamina sebesar Rp280 juta, yang diserahkan oleh Drs Nyat Kadir,” sebutnya mengabarkan.

Dia memberi sanjungan pada BRK Capem Daik, karena membantu satu set alat Ghazal dilengkapi dengan sound system. Musik Ghazal suatu kesenian di anggap langka dan punah dan mulai sekarang sudah terdengar kembali.

“Alhamdulillah pak sekda, musik ghazal dan bangsawan bangkit kembali, dengan harap terus berkembang. Insya Allah November 2019 nanti, akan kita tampilkan pada semarak Dwi Windu Kabupaten Lingga,” pungkasnya.

Satu set alat Ghazal di serahkan ke Pemkab Lingga dibwakili sekda, dan sekda akan menyerahkan ke LAM Kepri Kabupaten Lingga, LAM menyerahkan alat tersebut ke Sanggar yang ada di Kabupaten Lingga.(Mrs)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Infolingga

Media Informasi dan Hiburan Seputar Kepri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *