Penganiayaan Yang Terjadi di SMP N 001 Selayar, Pihak Korban dan Sekolah Selesaikan Secara Kekeluargaan

Info (Lingga)– Penganiayaan terhadap 2 orang pelajar yang terjadi di SMPN 1 Selayar diselesaikan dengan cara Mediasi. Mediasi ini dilakukan berdasarkan kesepakatan dari kedua belah pihak yang ingin permasalahan ini diselaikan secara kekeluargaan.

Mediasi dilaksanakan oleh Komite Sekolah dengan mengundang Kepala Sekolah SMP N 01 Selayar M. Bahri (Pelaku Penganiayaan), Komite Sekolah SMP N 01 Selayar H. Asmaradi, Orang Tua Wali Siswa Dadang Saputra.(Juanda), Orang Tua Wali Siswa Khaidir (Rizki), Guru SMP N 01 Selayar Said Azizul Muklis (Tokoh Agama Selayar Ketua MUI Kec. Selayar), Sabtu (21/09/2019).

Adapun hasil kesepakatan bersama sbb :
1. Kepala Sekolah SMPN 1 Selayar meminta maaf secara langsung kepada orang tua korban disaksikan oleh Ketua Komite Sekolah dan Guru.

2. Orang tua korban memaafkan atas kejadian tersebut dan Kepala Sekolah SMPN 1 Selayar berjanji tidak akan mengulangi dengan perbuatan yang sama terhadap korban maupun siswa yang lain.

3. Persoalan kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan dan orang tua korban tidak akan menuntut apapun baik secara hukum dan lain sebagainya.

4. Telah dibuat Surat Kesepakatan Bersama antara kepala sekolah dengan orang tua korban disaksikan Komite sekolah dan guru SMP N 1 Selayar.

Kesepakatan ini dibuat dalam bentuk pernyataan tertulis dengan ditanda tangani oleh kedua belah pihak serta dibubuhi materai.

Kapolres Lingga AKBP. Joko Adi Nugoroho, S.I.K., M.T., melalui Kasat Reskrim. Polres Lingga AKP. Rangga Primazada, S.H., S.I.K., meneruskan bahwa terkait permasalahan yang terjadi di SMP N 001 Selayar telah disepakati diantara pihak untuk diselesaikan secara kekeluargaan, baik secara lisan maupun tulisan dengan ditandatanganinya surat kesepakatan bersama antara para pihak.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa siswa yang mengalami hal tersebut menganggap bahwa itu adalah hukuman yang diberikan kepadanya dan tidak ingin melanjutkan masalah tersebut ke proses hukum. Hal tersebut juga diatur di dalam PP NO 74 Tahun 2008 tentang guru.

“Saya mengharapkan kejadian tersebut tidak terjadi lagi karena dapat mengganggu proses belajar mengajar yang ada di sekolah dan antara siswa dan guru dapat lebih saling menghargai dan menghormati” ucap Kasatreskrim Polres Lingga.

Disamping itu, Dadang Saputra orangtua dari murid atas nama Juanda mengatakan pihak keluarga tidak menyalahkan sepenuhnya pihak sekolah atas insiden tersebut. Bagi keluarga insiden tersebut hanya untuk mendidik anak saya di ruang lingkup sekolah.

Selain itu, Orang tua murid dari rizki, Haidir menyatakan bahwa telah memaafkan pihak sekolah atas insiden tersebut, dan tidak menyalahkan sepenuhnya pihak sekolah atas insiden tersebut.(ihn)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *