Persawahan di Desa Panggak Darat Terus Maju

Persawahan desa Panggak Darat

Info (Lingga)-Lokasi persawahan di Desa Panggak Darat, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, hingga hari ini masih terus maju dan digarap oleh petani setempat. Ada hampir 100 petani yang ikut andil, mulai dari petani Panggak Darat sendiri, maupun dari luar desa.

Kepala Desa Panggak Darat, Zulmafriza mengatakan, sebanyak 93 orang petani hari ini terdata sebagai petani aktif yang terlibat langsung dalam penanaman padi di Desa Panggak Darat. Kemudian, 27 orang petani belum bisa ikut proses penanaman serentak untuk yang kelima kalinya.

Baca juga :

“Tidak ada paksaan untuk menjadi petani, petani adalah pilihan kita yang hari ini masih menetap di Desa Panggak Darat. Karena kita tidak ada tapal batas laut dan hanya 3 desa di Lingga, kondisinya begini. Maka kalau tidak bertani, masyarakat kita tidak bisa jadi nelayan. Petani menjadi pilihan, selain PNS, dan honorer serta kerjaan serabutan lainnya,” kata dia, Senin (02/11/2020).

“Jangan ganggu kami, silahkan mengkritik pemerintah, tapi jangan kami petani. Jangan tutup rezeki kami hanya karena kepentingan pribadi masing-masing,” sambungnya.

Kades ini pun mengajak warga yang belum pernah berkunjung ke lokasi persawahan tersebut, untuk melihat kondisi saat ini. Katanya, ada bentangan sawah 26,4 Hektare (Ha) yang nantinya direncanakan bakal panen pada bulan Desember 2020 hingga Januari 2021.

“Kalau bicara angka, kita punya data, target panen dengan skala ubinan 4 meter x 4 meter, dengan hasil 3,4 hingga 5,8 ton/ha, maka akan muncul angka 70-100 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan rendaman 25-30%. Semoga tahun ini panennya lebih baik dari tahun sebelumnya,” ucap dia.

Ia pun berharap, hasil ini tidak melemahkan semangat pemerintah untuk terus berbuat serta memberikan yang terbaik untuk para petani di sawah Desa Panggak Darat.

“Terimakasih juga buat semua yang telah membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat hingga progres hari ini sawah terbentang di desa kami, banyak yang dapat kami hasilkan dari sawah tersebut dimana selain padi yang menunggu 100 hari,” sebutnya.

“Tanaman penyangga seperti ubi kayu, ubi jalar, cabe rawit, timun, kacang tanah, kacang panjang, sawi, bayam, kangkung, terong, pare, gambas, semuanya dapat kami hasilkan dan kami jadikan uang. Semua program pemerintah inklud didalamnya,” lanjutnya.

Pertanian khususnya, perikanan budidaya ikan air tawar, peternakan bebek, dan program unggulan wisata persawahan akan segera terwujudkan di lokasi tersebut. Ia pun mengaku bakal berjuang bersama para petani untuk menjadi pahlawan ketahanan pangan.

“Kami tahu bagaimana rumitnya proses menghasilkan beras yang selama ini selalu menjadi bulan-bulanan dan olok-olokan sebagian orang. Maka saya pesan kepada petani, jangan patah semangat hanya karena keterbatasan hasil yang kita panen hari ini, semuanya butuh proses, dan kita telah memulainya,” ucap pria yang juga menjadi bagian dari petani sawah tersebut.

Pemerintah Desa katanya, selaku perpanjangan tangan petani akan selalu memperjuangkan semangat pertanian ini. Serta akan terus mendorong semangat pemerintah Kabupaten Lingga dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan Desa Panggak Darat khususnya dan Lingga pada umumnya.

“Apapun yang kita tanam hari ini, pasti kita akan menuainya kemudian hari,” pungkas Zulmafriza.(red)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *