Safaruddin Menganggap Bawaslu Lingga Melakukan Pembohongan Publik, Ini Penjelasannya

Camat Katang Bidare, Safaruddin saat mengunjungi kantor Bawaslu Lingga beberapa waktu lalu

Info (Lingga)- Camat Katang Bidare Safaruddin menganggap Bawaslu Kabupaten Lingga melakukan pembohongan publik terhadap KASN.

Dimana berdasarkan surat Bawaslu Kabupaten Lingga nomor : 05/TM/PB/Kab/10.05/X/2020 tanggal 23 oktober 2020 yang diterima KASN pada 26 Oktober 2020 informasi bahwa sdr. Safaruddin Camat Katang Bidare memakai baju INSAN (Ikatan Sahabat Erwan) yang bertuliskan simbol angka 3 mendukung Paslon Nizar-Neko di kedai kopi H. Ainal pada Sabtu (10/10/2020).

Baca juga :

Sementara menurut Safaruddin bahwa keterangan tersebut tidak benar, dimana dia merasa pada tanggal 10 Oktober 2020 tidak ada duduk bersama timses atau pasangam calon.

“Adapun saya duduk ngopi pada tanggal 4 Oktober 2020 menghadiri kegiatan coffe morning Pjs. Bupati Lingga dengan rekan media,” kata Safar, Sabtu (14/11/2020).

Kita punya bukti lengkap bahkan jamnya pun 10.30 di foto kita, dari BAP yang dibuat saja bawaslu sudah salah memutuskan apa yang menurutnya bersalah siapa yang duduk tanggal 10 itu saya pun tak tahu, ini benar-benar sudah menyimpang dari aturan sebenarnya, boleh di cek kalau tanggal 4 sampai 26 Oktober sudah berapa lama kejadiannya . Bawaslu Seakan-akan mengejar target dalam artian apa yang dilaporkan itu waktunya sudah limit.

Safar akan melaporkan kejadian tersebut ke DKPP Provinsi Kepri terkait surat Bawaslu yang mengarang kejadian tersebut.

“Ini jelas akan kita laporkan ke DKPP pihaknya akan berkoordinasi bersama bagian hukum, sebab jika ingin berbicara fakta keterangan bawalsu jelas salah, sebab surat yang dilayangkan Bawaslu ke KASN faktanya tidak seperti itu,” ungkapnya.

Sebab KASN menjatuhkan sanksi berdasarkan rekomendasikan oleh Bawaslu. “Ini tentunya sangat merugikan saya, sementara saya tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh Bawaslu Lingga,” kesalnya.

Kemudian, Safaruddin meminta kepada Bawaslu untuk mengecek baju yang digunakan olehnya. Apakah menjadi alat praga ?

“Silahkan dicek baju yang saya gunakan, saat saya ditetapkan tidak netral oleh Bawaslu Lingga,” ujarnya.

Lalu, terkait Sahabat Insan tersebut memang betul mendukung Nizar-Neko. Namun mereka tidak terdaftar di KPU sebagai tim sukses Nizar-Neko.

“Bawaslu harus paham Apa fungsinya, apakah relawan itu harus terdaftar atau tidak, mana fungsi pengawasannya, baca aturan tentang relawan simpatisan dan lainnya jangan kita pula yang di suruh belajar tentang aturan-aturan terkait menjadi tim ses,” jelas Safar lagi.

Hal-hal seperti ini bawaslu harus benar-benar paham sebelum memutuskan, jadi tidak Multi tafsir berdasarkan suka tidak suka. Mendingan Bawaslu harus ikut diklat lagilah biar tidak bikin gaduh,” ujar Safar.

Seharusnya yang menjadi legalitas temuan itu orang yang menjadi tim sukses. Karena kalau Insan ini kan hanya mengajak dan mendukung saja. Dan di baju tersebut juga tidak ada nama calon hanya nomor tiga saja. Sebab menurut saya nomor 3 tidak hanya di Lingga melainkan di seluruh Indonesia,” bebernya.

“Jadi, aneh saja, saat ini ketika seseorang ASN diberikan baju langsung dianggap tidak netral oleh Bawaslu Lingga,” tambahnya.

Saya, kata Safar, sampai detik ini belum mendapat salinan dari bawaslu tentang putusan KSN, itu memang wewenang Bawaslu Lingga, tapi saya tegaskan saya tidak pernah duduk di kedai kopi pada tanggal 10 itu, kita lengkap punya dokumennya, semua lucu saja sekelas Bawaslu Lingga salah dalam proses BAPnya.

Lebih jauh lagi, Safar mengatakan, Bawaslu meminta kepada dirinya agar melaporkan ke DKPP apabila Bawaslu terbukti bersalah dalam menetapkan dirinya.

Hal ini akan kita laporkan dan berkoordinasi pada bagian hukum Kabupaten Lingga.

“Pesan saya kepada oknum Bawaslu Lingga, bekerjalah secara netral sesuai aturan dan jangan menjadi lembaga super body yang kerjanya hanya menakut-nakuti ASN saja, beri pemahaman kepada ASN, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, lalu dalam menafsirkan sesuatu harus melibatkan banyak pihak terutama Gakumdu. Coba tanya pernah tidak berkoordinasi dengan gakumdu pesanya singkat?,” Ungkap Safar menjelaskan semua hal terkait dengan pembohongan publik yang dilakukan Bawaslu Lingga.(red)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *