Tantangan Mahasiswa Belajar dari Rumah yang Mulai Membosankan

Yollanda, Mahasiswa Pendidikan Biologi, UMRAH. (Foto: Ist) 

Tanjungpinang – Pada tahun 2020 dunia dikejutkan dengan sebuah virus yang mematikan dan mudah menular yang disebut dengan Coronavirus Disease (COVID-19) atau virus Corona. Virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China ini sangat cepat menular dan menyebar luas hampir ke seluruh dunia.

Segala aspek kehidupan menjadi berubah drastis sejak adanya virus ini, aktivitas yang awalnya dilakukan secara langsung, tatap muka atau bertemu kini menjadi daring/virtual. Semua aktivitas yang dulunya dijalankan dengan sangat mudah atau lebih efisien seolah-olah menjadi canggung dengan penggatian secara virtual atau serba online ini.

Terutama dalam proses belajar mengajar bagi tenaga pendidik, siswa maupun mahasiswa. Pelaksanaan pembelajaran menjadi terhambat karena kurangnya pemahaman siswa maupun mahasiswa serta kesiapan dalam proses pembelajaran secara daring ini.

Bagi siswa maupun mahasiswa pembelajaran daring ini sangat sulit dilakukan karena merasa kesusahan dalam memahami sebuah materi atau penjelasan dari guru atau dosen secara maksimal. Namun hal ini merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Sehingga kita harus siap melakukan pembelajaran secara daring ini.

Kini kegiatan sekolah atau kuliah dilakukan secara online menggunakan berbagai macam aplikasi pembelajaran, seperti; zoom, google classroom, googlemeet, edmodo dan lain sebagainya.

Pembelajaran secara daring ini memiliki banyak sekali hambatan baik kepada tenaga pendidik, siswa maupun mahasiswa. Seperti pada umumnya pendidikan di perguruan tinggi, dimana tidak semua mahasiswa merasa puas dengan pembelajaran daring seperti ini, karena banyak mahasiswa yang ingin merasakan dunia perkuliahan secara langsung, namun tidak semua juga yang berharap demikian.

Meskipun berbagai cara telah dilakukan untuk pembelajaran secara daring, namun tetap tidak memuaskan atau tidak dapat memberi pemahaman kepada siswa ataupun mahasiswa seperti sekolah tatap muka sebelumnya.

Kejenuhan atau kejemuan terhadap proses belajar mengajar dengan sistem daring ini sangat dirasakan dalam bidang pendidikan, karena dengan sistem ini kita mengalami berbagai hambatan. Seperti; kuota internet yang dipakai, kesulitan jaringan bagi yang tinggal di desa atau pelosok, dan tidak bisa berinteraksi secara langsung.

Akan tetapi dibalik kesulitan yang dihadapi dalam pembelajaran daring ini, ada juga sisi positifnya, yaitu lebih banyak waktu dengan keluarga, bisa melakukan aktivitas atau pekerjaan lainnya dengan ketentuan tidak menganggu jam belajar mengajar.

Walaupun terdapat hal positif, pembelajaran daring ini juga sudah tidak begitu diminati oleh kalangan-kalangan yang berpendidikan, karena banyak hal yang jauh lebih menyenangkan apabila bisa melakukan proses pembelajaran seperti semula yaitu dengan bebas beraktivitas atau tatap muka. Jadi harapan saya kedepan agar kita semua bisa melakukan proses belajar mengajar seperti selayaknya dan tidak bergantung pada pembelajaran secara daring ini.

Dan saya juga berharap agar Negara dan bahkan dunia segera pulih dari virus yang sangat berbahaya ini, agar kita semua bisa hidup normal seperti sebelum adanya pandemi virus corona ini.

Penulis: Yollanda

Recommended For You

About the Author: Redaksi Infolingga.net

Media Informasi dan Hiburan Seputar Kepri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *