Wartawan Kejar Kades Berindat Hingga ke Kamar Hotel

Terkait Terbengkalainya beberapa pembangunan di Desa tersebut

Keterangan foto : Kades Berindat, Idris, saat diwawancarai wartawan di kamar hotel

Info (Lingga)- Sejumlah wartawan di Dabo Singkep kejar Kepala Desa Berindat Idris hingga ke kamar hotel, tepatnya di Hotel One, Dabo Singkep, Kab. Lingga, Rabu (25/09/2019) sore.

Hal ini dikarenakan, para wartawan sulit sekali untuk mendapatkan keterangan Kades terkait proyek pembangunan di Desa Berindat, yang beberapa waktu lalu sempat di demo masyarakatnya karena mangkrak.

Tepat berada di kamar 315, akhirnya sejumlah wartawan bisa bertemu dan mewawancarai kades Berindat tersebut.

Pada media, Idris selaku Kepala Desa Berindat mengungkapkan bahwa, “proyek pembangunan yang beberapa waktu lalu sempat terkendala, insya Allah akan selesai pada waktu yang telah ditetapkan”, ungkapnya.

Idris juga kembali menjelaskan mengenai faktor penyebab mangkraknya proyek tersebut, “untuk pembangunan gedung PAUD, itu kendalanya pada bahan kayu yang terlambat masuk, sehingga menghambat pekerjaan, namun sekarang sudah ada dan proses pengerjaan sudah berjalan, dipastikan pembangunan gedung tersebut akan selesai pada akhir September ini”, jelas Idris.

Terkait pembangunan pagar lapangan voli, Idris juga menjelaskan bahwa, “keterlambatan pembangunan pagar Lapangan voli itu dikarenakan kapal Roro beberapa waktu lalu tidak masuk ke Lingga, oleh karena itu proyek tersebut belum bisa dikerjakan, karena bahan materialnya kita beli dari Batam”, jelasnya lagi.

Sedangkan mengenai pembangunan jalan semenisasi, Idris beralasan, hal itu belum dikerjakan karena adanya proyek pembangunan gedung SMP di lokasi yang akan dibangun jalan semenisasi tersebut, “kami akan segera mengadakan rapat terlebih dahulu bersama aparatur Desa dan kemudian kami juga akan mencoba untuk menemui Dinas Pendidikan terkait hal ini, agar proses pembangunan gedung SMP dan jalan semenisasi tersebut dapat berjalan lancar”.

Ketika ditanya oleh wartawan mengenai anggaran desa tersebut, yang katanya sudah habis dan telah selesai pencairan tahap ke II, Idris mengatakan, “mengenai pencairan tahap ke II Desa Berindat memang sudah selesai namun mengenai anggaran yang katanya sudah habis, itu tidak benar”, tegas Idris.

Disinggung mengenai adanya pihak ketiga yang juga ikut dalam membantu proses pembangunan proyek tersebut, dikarenakan anggaran desa tersebut telah habis, Idris menyangkal hal tersebut, “siapa yang bilang seperti itu”, tanya nya.

“Terkait pihak ketiga yang akan membantu pekerjaan pembangunan proyek tersebut, itu sah-sah saja, namun pernyataan yang mengatakan kalau anggaran tersebut telah habis, itu tidak benar”, dalihnya.

Idris juga menyatakan bahwa pelaksanaan pekerjaan di desa tersebut kembali dikerjakan bukan karena faktor adanya Wakil Bupati Lingga yang datang ke desa tersebut, melainkan memang bahan material bangunan tersebut baru tersedia.

Terakhir, ketika ditanya mengenai bendahara desa yang lama tidak masuk kantor, Idris membenarkan. “benar, sudah lebih kurang 2 bulan bendahara desa tidak masuk kantor”, tutupnya.

Ditempat terpisah, akan DPRD Kabupaten Lingga, Drs. Norden kepada media infolingga.net menyatakan, “saya minta Kades Berindat di non aktifkan dahulu sementara, sampai masalah selesai. Biar dia belajar bertanggung jawab”, ungkap Norden. (ihn)

Recommended For You

About the Author: Redaksi Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *